Makassar, – Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA, mewakili Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH, MH menghadiri Seminar Internasional 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassary yang diselenggarakan pada Kamis (9/7/2026) di Auditorium Kampus II UIN Alauddin Makassar.
Seminar internasional ini dihadiri oleh Menag RI Prof.KH. Nasaruddin Umar, Direktur Promosi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, para narasumber dari dalam dan luar negeri, akademisi, tokoh agama, mahasiswa, serta ratusan peserta yang memenuhi auditorium.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali warisan intelektual, spiritual, dan perjuangan Syekh Yusuf Al-Makassary yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan Islam, nilai-nilai kemanusiaan, serta perjuangan melawan kolonialisme hingga diakui sebagai tokoh dunia.
Usai pembukaan kegiatan tersebut, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, MA menyampaikan bahwa Universitas Muslim Indonesia memberikan apresiasi atas penyelenggaraan seminar internasional tersebut sebagai bagian dari ikhtiar merawat memori kolektif bangsa terhadap jasa-jasa Syekh Yusuf Al-Makassary.
“Syekh Yusuf Al-Makassary merupakan sosok ulama yang berhasil memadukan kedalaman spiritual, keluasan ilmu pengetahuan, dan komitmen kebangsaan. Keteladanan beliau sangat relevan menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi dalam membangun generasi yang unggul secara akademik, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan dan peradaban,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa UMI sebagai perguruan tinggi Islam senantiasa berkomitmen mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ’alamin serta menjadikan warisan para ulama Nusantara sebagai sumber inspirasi dalam penguatan karakter mahasiswa.
Seminar Internasional 400 Tahun Syekh Yusuf Al-Makassary diharapkan menjadi wadah penguatan jejaring akademik, pelestarian khazanah intelektual Islam Nusantara, serta memperkenalkan pemikiran dan keteladanan Syekh Yusuf kepada generasi muda dalam konteks tantangan global dan pembangunan peradaban masa depan.(Irfan)
















