Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BeritaPolitik

Taufan Pawe Serap Aspirasi Pengurus Ponpes As’adiyah Bulukumba

×

Taufan Pawe Serap Aspirasi Pengurus Ponpes As’adiyah Bulukumba

Sebarkan artikel ini

BULUKUMBA—- Anggota Komisi II DPR-RI, HM Taufan Pawe menyatakan kesiapannya membantu pembangunan Pondok Pesantren As’adiyah Mabarakka, Bulukumba. Baginya, Ponpes saat ini menjadi garda terdepan dalam mengawal karakter anak bangsa yang berakhlak mulia.

Hal tersebut disampaikan Taufan saat mendengarkan kronologi pembangunan Kampus 2 dari Pemimpin Ponpes As’adiyah Mabarakka, Ustad Andi Armayadi Al Gifari, pada kegiatan resesnya, Kamis, 15 Oktober 2026. Di hadapan Wali Kota Parepare dua periode ini, Ustad Armayadi mengungkapkan Ponpes tersebut sudah mengantongi izin operasional, namun masih harus menunggu untuk mendapatkan Biaya Operasional Sekolah.

Example 500x700

“Para guru kita mengajar belum digaji, karena kita belum bisa mendapatkan biaya operasional,” kata Ustad Armayadi di Masjid Kampus 2 Ponpes As’adiyah, Desa Palambarae, Kecamatan Gantarang, Bulukumba.

Saat ini, Ponpes As‘adiyah Mabarakka telah menampung 130 santri, mulai tingkat tsanawiyah hingga aliyah. Hampir seluruhnya mengambil jurusan hafalan (tahfiz).

Sejauh ini telah ada bangunan gedung yang terdiri dari beberapa ruang kelas di lantai 1, dan pondok santri di lantai 2. Di pesantren juga sudah dibangun rumah untuk guru serta masjid.

Setelah mendengar laporan tersebut, Taufan mengatakan siap kembali membantu pembangunan masjid. Sebelumnya, Taufan Pawe dan keluarganya sudah menyumbang 200 zak semen, yang selanjutnya dimanfaatkan pondok pesantren membangun ruang kelas dan ruang hunian santri.

Dia juga berjanji mengkoordinasikan aspirasi pembina Ponpes kepada Komisi VIII DPR-RI, melalui Fraksi Partai Golkar yang duduk di komisi tersebut. Namun dia memberi catatan, pengurus Ponpes harus belajar untuk mengelola pesantren secara moderen dan profesional.

Kepada para santri yang rerata berusia 12 – 15 tahun, Taufan mengingatkan agar mendalami pelajaran akhlak. Taufan berpendapat, percuma memiliki intelektual tinggi jika tidak ada akhlak.

Dia juga meminta para pengajar agar menjadi teladan akhlak bagi para santri. Sekarang ini, teknologi kecerdasan buatan terus mengalami lompatan yang membuat para santri sudah bisa memahami mata pelajarannya lebih mudah.

“Era teknologi informasi ini makin canggih. Tapi teknologi canggih sekalipun, tidak bisa memberikan suri tauladan. Itu hanya bisa dikerjakan manusia. Anak-anak kita ini, pada cita-cita Indonesia Emas 2045 sudah berusia produktif. Satu keunggulan pesantren adalah, di sini ada ilmu akhlaknya,” kata Taufan.

Di penghujung acara, istri HM Taufan Pawe, Ustazah Dr Hj Erna Rasyid Taufan menghibur para santri program hafalan dengan sambung ayat berhadiah. Lokasi reses DPR-RI ini pun menjadi gegap gempita lantaran para santri berebutan untuk sambung ayat di Juz 1 dan Juz 2.

Taufan dan Erna Rasyid Taufan mengakhiri acara dengan memberikan bantuan kepada pembina Ponpes dan santunan kepada seluruh santri dan santriwati. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *