Makassar, 5 Oktober 2026 — Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) menyelenggarakan kuliah tamu internasional bertema “Catalyzed Biomass Concrete: A GameChanger for Sustainable Construction through Renewable Energy Resource”, Senin (5/10).
Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom mulai pukul 12.00 WITA ini menghadirkan Assoc. Prof. Ts. Dr. Lee Hoong Pin dari INTI International University, Malaysia.
Kuliah tamu diawali sambutan Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., MSc.PH., Ph.D., dan dipandu oleh Rufiqa Shari Abidin, S.Si., M.Biotech (H), M.Kes., Ph.D., sebagai moderator. Forum ini membahas pengembangan material konstruksi yang berpotensi menghasilkan listrik melalui pemanfaatan biomassa.
Dalam sambutannya, Prof. Sukri menyampaikan bahwa kuliah tamu merupakan kegiatan rutin Sekolah Pascasarjana Unhas dengan menghadirkan pakar dari berbagai negara. Pertemuan daring membuka kesempatan bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk memperoleh pengetahuan serta pengalaman penelitian internasional.
Prof. Sukri juga menekankan relevansi isu energi bagi Indonesia dan dunia. Ia berharap pertukaran akademik dengan narasumber dari Malaysia dapat berlanjut melalui kunjungan langsung ke Unhas untuk memperluas interaksi dan berbagi pengetahuan dengan mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Dr. Lee mengangkat pertanyaan mengenai kemungkinan beton memiliki fungsi tambahan sebagai sumber energi. Melalui penelitian Catalyzed Biomass Concrete (CBC), timnya mengeksplorasi penggabungan biomassa, katalis, dan beton untuk menghasilkan material yang memiliki kemampuan menghasilkan listrik.
Menurut Dr. Lee, penelitian tersebut berangkat dari tiga tantangan yang saling berkaitan, yaitu perubahan iklim, jejak karbon sektor konstruksi, dan meningkatnya kebutuhan energi.
Pengembangan fungsi material bangunan menjadi salah satu pendekatan untuk merespons tantangan tersebut sejak tahap pemilihan bahan.
Ia menjelaskan bahwa CBC dikembangkan untuk melengkapi pemanfaatan energi terbarukan pada bangunan. Dalam paparannya, Dr. Lee mengaitkan potensi pembangkitan listrik pada material ini dengan perbedaan suhu. Gagasan tersebut membuka kemungkinan pengembangan elemen bangunan yang menjalankan fungsi konstruksi sekaligus memiliki fungsi energi.
Dr. Lee menyoroti relevansi penelitian ini bagi Indonesia dan Malaysia yang memiliki sumber daya biomassa serta kebutuhan pembangunan infrastruktur. Pemanfaatan bahan sisa berbasis biomassa untuk pengembangan material konstruksi juga sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular melalui peningkatan nilai guna sumber daya.
Untuk menjelaskan proses penelitian, ia memaparkan tahapan persiapan bahan, pencampuran biomassa dan katalis ke dalam beton, pembuatan serta perawatan sampel, hingga pemasangan perangkat pengujian listrik. Evaluasi mencakup variasi komposisi bahan, ukuran sampel, dan kondisi suhu, disertai pengujian sifat mekanis serta karakterisasi material.
Dr. Lee mengakui bahwa kemampuan pembangkitan listrik material tersebut masih memerlukan pengembangan lebih lanjut. Ia menilai kolaborasi penelitian dapat membantu meningkatkan performa material dan mengeksplorasi kemungkinan penerapannya.
Ketersediaan biomassa dan kebutuhan konstruksi di Indonesia turut membuka potensi kerja sama dengan mitra akademik di tanah air.
Kuliah tamu ini membuka ruang dialog akademik Indonesia–Malaysia mengenai inovasi yang menghubungkan rekayasa material, pemanfaatan biomassa, dan energi terbarukan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
















