PAREPARE – Perhelatan May Day Fest Expo Parepare yang berlangsung selama 10 hari, sejak 19 hingga 28 Juni 2026 di Lapangan Andi Makkasau, resmi berakhir. Event yang menghadirkan sekitar 70 tenan dan diramaikan berbagai pertunjukan hiburan tersebut menyedot perhatian masyarakat. Namun, di balik suksesnya penyelenggaraan kegiatan, masih terdapat persoalan berupa tunggakan pembayaran kepada sejumlah vendor yang hingga kini belum seluruhnya diselesaikan oleh pihak pelaksana, Buma Production.
Ketua Panitia Pelaksana, Sanusi Beddu, saat dikonfirmasi awak media membenarkan masih adanya sejumlah kewajiban yang belum diselesaikan. Ia menegaskan panitia tetap berkomitmen menuntaskan seluruh pembayaran dalam waktu dekat.
“Iya, masih ada beberapa yang sementara dalam proses penyelesaian. Namun, panitia tetap berkomitmen untuk menuntaskan seluruh kewajiban dalam waktu dekat. Jika nominal yang tersisa tidak terlalu signifikan, penyelesaiannya akan dipercepat,” ujar Sanusi.
Menurut Sanusi, keterlambatan pembayaran dipengaruhi terganggunya arus kas panitia setelah sekitar 20 tenan mengundurkan diri sehari sebelum pelaksanaan kegiatan. Kondisi tersebut berdampak pada pendapatan yang telah diproyeksikan sebelumnya.
“Insyaallah, paling lambat seluruh kewajiban akan kami selesaikan pada H+7 atau 5 Juli 2026. Kendala yang kami hadapi kemarin adalah sekitar 20 tenan mengundurkan diri pada H-1 pelaksanaan kegiatan sehingga memengaruhi cash flow panitia.
Meski demikian, alhamdulillah hingga hari ini sekitar 80 persen kewajiban panitia telah kami selesaikan. Sisanya, insyaallah akan kami tuntaskan paling lambat H+7,” jelasnya, Senin (29/6).
Sementara itu, salah seorang vendor yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku hingga kini masih menunggu pelunasan pembayaran atas pekerjaan yang telah diselesaikan selama kegiatan berlangsung. Ia mengaku telah berulang kali menghubungi pihak Buma Production untuk meminta kepastian pembayaran, namun belum memperoleh jawaban yang jelas.
Menurutnya, hingga Selasa (30/6), pihak pelaksana belum dapat memastikan kapan sisa pembayaran akan diselesaikan. Ketidakpastian tersebut, kata dia, menimbulkan kerugian secara materiil karena vendor juga memiliki kewajiban finansial yang harus dipenuhi kepada pekerja maupun pihak ketiga.
“Kami sudah beberapa kali menghubungi pihak Buma Production agar segera menyelesaikan tunggakan kepada kami. Namun sampai hari ini belum ada kepastian kapan pembayaran akan dilakukan. Kami tentu berharap ada kepastian karena kami juga memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan kewajiban kepada para pekerja dan rekanan. Kondisi ini sangat merugikan kami,” ungkapnya.
Vendor tersebut berharap Buma Production dapat merealisasikan komitmen penyelesaian pembayaran sesuai tenggat waktu yang telah disampaikan kepada para vendor sehingga persoalan ini tidak berlarut-larut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia melalui Ketua Panitia Pelaksana tetap menyatakan berkomitmen menyelesaikan seluruh kewajiban kepada vendor paling lambat pada H+7 atau 5 Juli 2026. Para vendor pun berharap komitmen tersebut dapat segera direalisasikan sehingga seluruh hak mereka dapat diterima sesuai dengan yang dijanjikan.
















