Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Tokoh Lintas Agama dan Polda Sulsel Gelar Doa Bersama Peringati Hari Bhayangkara ke-80

×

Tokoh Lintas Agama dan Polda Sulsel Gelar Doa Bersama Peringati Hari Bhayangkara ke-80

Sebarkan artikel ini

Makassar – Polda Sulawesi Selatan bersama tokoh lintas agama menggelar doa bersama dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 di Aula Soebarkah SPN Batua, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan berbagai organisasi keagamaan Sulsel, yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI), PGWI, Permabudhi, Keuskupan Agung Makassar, dan Matakin. Melalui doa bersama, para tokoh agama memohon agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) semakin maju, solid, profesional, serta senantiasa diberi kekuatan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Sulawesi Selatan.

Example 500x700

Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, S.H., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh komponen masyarakat atas dukungan yang selama ini diberikan kepada Polri. Menurutnya, sinergi antara TNI, Polri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta seluruh elemen masyarakat menjadi modal penting dalam menjalankan tugas kepolisian di tengah keberagaman.

Ia juga mengucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80 dan berharap Polri terus mengabdi kepada masyarakat dengan semakin profesional, presisi, dan dipercaya.

“Dirgahayu Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-80. Polri untuk Masyarakat,” ujarnya.

Dalam tausiahnya, Habib Husen bin Ahmad menegaskan bahwa hakikat agama tidak memandang perbedaan, melainkan lebih mengutamakan persamaan. Ia mengaku bangga kembali diundang untuk kedua kalinya memberikan tausiah dan mewakili tokoh-tokoh dari berbagai agama.

Menurutnya, Indonesia sejak dahulu dikenal sebagai bangsa yang aman, damai, dan tenteram. Namun, kondisi tersebut dapat terganggu ketika agama dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

“Ketika agama dipolitisasi, potensi perpecahan akan muncul. Karena itu, saya mengajak seluruh tokoh agama, apa pun keyakinannya, agar tidak mudah terpancing dan terlibat dalam kepentingan politik praktis,” katanya.

Habib Husen juga mengajak seluruh tokoh agama untuk tetap bersikap profesional, menjaga persatuan, serta tidak membiarkan agama dijadikan alat kepentingan politik yang dapat memicu kebencian dan permusuhan di tengah masyarakat. (Irfan)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *