MAKASSAR – Tim pengabdian kepada masyarakat (PPM) dariJurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar suksesmenggelar program edukasi kesehatan yang inovatif bagi remajadi SMAN 9 Makassar. Kegiatan yang dipimpin oleh KurniaRahma Syarif, S.Kep., Ns., M.Kep., bersama anggotanya SittiRahmatia, S.SIT., M.MKes., dan Naharia La Ubo, S.Pd., M.Kes., ini mengusung judul “Edukasi Bahaya Seks BebasUntuk Mencegah Penyakit Menular Seksual Melalui Media Virtual Reality Pada Remaja”.
Langkah ini diambil sebagai bentuk respons nyata terhadap keprihatinan atas tingginya angka perilaku menyimpang dankurangnya pengetahuan remaja mengenai dampak buruk seksbebas, yang menjadi pemicu utama penyebaran penyakitmenular seksual (PMS) serta kehamilan di luar nikah. Berdasarkan data analisis situasi, edukasi dini yang memadaisangat mendesak dilakukan di area perkotaan seperti Kota Makassar agar para remaja tidak terjerumus ke dalam perilakupacaran yang agresif.

Berbeda dengan penyuluhan konvensional, tim dosen PoltekkesKemenkes Makassar memanfaatkan kemajuan IPTEK berupateknologi Virtual Reality (VR) sebagai media utamapenyampaian informasi. Melalui kacamata VR, para siswadiberikan pengalaman imersif yang melibatkan rangsanganvisual, audio, hingga sensasi nyata di dunia maya untukmemahami risiko klinis dari perilaku seks bebas.
Ketua Pengusul PPM, Ners Kurnia Rahma Syarif, mengungkapkan bahwa metode interaktif ini terbukti sangatefektif memikat perhatian generasi muda sekaligus meningkatkan pemahaman mereka secara signifikan.
“Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test yang kami lakukanmenunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang sangat baikpada para siswadan siswi sasaran setelah mereka menerimaedukasi berbasis VR ini,” ujarnya.
Pihak SMAN 9 Makassar menyambut baik jalannya kegiatan inimengingat materi bahaya seks bebas dan pencegahan penyakitkelamin merupakan informasi krusial yang belum pernahdidapatkan oleh para siswa dan siswi lewat simulasi teknologimaju sebelumnya. Melalui pelaksanaan program kemitraan ini, diharapkan para remaja dapat membangun benteng proteksi diriyang kuat dan mengadopsi perilaku hidup yang sehat demi masa depan mereka.
Sebagai bentuk akuntabilitas publik dan luaran wajib kegiatan, dokumentasi video pelaksanaan edukasi ini akan dipublikasikan secara luas agar dapat diakses oleh masyarakat umum melalui laman website dan media sosial resmi.
















