MAKASSAR – Persiapan Musyawarah Wilayah (MUSWIL) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 mulai berjalan. Panitia Pelaksana (Organizing Committee) menggelar rapat perdana di Kantor DMI Sulsel, Masjid Raya Makassar, untuk membahas langkah awal dan kebutuhan penyelenggaraan kegiatan yang direncanakan berlangsung pada 6–7 November 2026 di Makassar. Kamis (15/10/2026).
Rapat ini menjadi momentum konsolidasi awal bagi seluruh unsur kepanitiaan yang dibentuk melalui Surat Keputusan Dewan Pimpinan Wilayah DMI Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 377/PW-DMI/SS/SK/X/2026 yang ditandatangani Ketua DMI Sulsel Mayjen TNI (Purn) H. Andi Muhammad Mappanyukki, SH. MH. dan Sekretaris H. Hasid Hasan Palogai, SH., MA.
Ketua Panitia, Kolonel (Purn.) Drs. H. Husban Abady, M.H., menyampaikan bahwa tahap awal persiapan diarahkan pada inventarisasi kebutuhan kegiatan, termasuk kelengkapan administrasi, penyusunan proposal, pengajuan audiensi kepada pihak terkait, serta penjajakan dukungan sponsorship.
Menurutnya, hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar untuk menyusun langkah kerja yang lebih terarah sebelum dikoordinasikan bersama Steering Committee atau Panitia Pengarah.
“Setelah kebutuhan dan keperluan kegiatan terdata, kami akan melakukan pertemuan dengan Steering Committee untuk menyelaraskan berbagai persiapan agar pelaksanaan MUSWIL DMI Sulawesi Selatan dapat berjalan sukses,” ungkap Kolonel Husban saat membuka rapat.
Sementara itu, Bendahara Panitia, Dr. Hj. Yuspiani, M.Pd., menyampaikan gambaran kebutuhan anggaran yang diperlukan untuk mendukung pelaksanaan MUSWIL. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan perencanaan pembiayaan disusun secara terukur dan sesuai kebutuhan.
Sejumlah agenda lain turut menjadi perhatian dalam rapat perdana, di antaranya pembagian peran dan penguatan komunikasi antarseksi, perancangan konsep seremoni pembukaan, penyusunan daftar undangan, serta pemetaan calon mitra dan sponsor.
Panitia juga merencanakan audiensi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan sejumlah instansi terkait guna membangun koordinasi dan dukungan bagi penyelenggaraan MUSWIL.
*Diskusi Publik Disiapkan sebagai Rangkaian Pra-Muswil*
Selain persiapan teknis dan administratif, panitia turut membahas rencana pelaksanaan diskusi publik sebagai bagian dari rangkaian Pra-Muswil DMI Sulsel 2026.
Diskusi tersebut akan mengangkat isu strategis mengenai peran masjid dalam memperkuat persatuan umat, mendorong pemberdayaan masyarakat, serta merumuskan arah pengembangan DMI Sulawesi Selatan ke depan.
Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog yang mempertemukan pemikiran para tokoh agama, akademisi, pemerintah, pengelola masjid, dan unsur masyarakat. Gagasan serta masukan yang dihimpun diharapkan dapat menjadi bahan rekomendasi untuk memperkuat program dan arah kebijakan DMI Sulsel pada periode mendatang.
Panitia juga menekankan pentingnya komitmen seluruh anggota dalam menjalankan tugas sesuai pembagian tanggung jawab masing-masing, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan dan penyusunan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).
Rapat perdana tersebut dihadiri Sekretaris DMI Sulsel H. Hasid Hasan Palogai, Bendahara DMI Sulsel H. Hasnawi Makatutu, Wakil Ketua Panitia H. Andi Muh. Yunus, Irham Said, Muh. Yusuf Sewang, Dr. Hj. Yuspiani, H.A. Mustamin Anshar, Abdul Samad, H. Muh. Naim, H.M. Asa’ad Mandas, Tamizi Tahir, Hasdar, dan Dr. Hasniati.
Melalui konsolidasi awal ini, panitia berharap seluruh persiapan dapat dilaksanakan secara sistematis dan terkoordinasi sehingga MUSWIL DMI Sulawesi Selatan 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 6–7 November di Makassar dapat berjalan lancar selain memilih ketua DMI Sulsel serta menghasilkan rumusan strategis bagi penguatan peran masjid dan pemberdayaan umat di Sulawesi Selatan.
















