Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Wujudkan Ruang Belajar Aman di Wilayah Terluar, PKBM Bina Bahari Gelar Workshop Anti-Bullying

×

Wujudkan Ruang Belajar Aman di Wilayah Terluar, PKBM Bina Bahari Gelar Workshop Anti-Bullying

Sebarkan artikel ini

PULAU LANGKAI, MAKASSAR – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Bahari sukses menyelenggarakan Workshop dan Talkshow Anti-Bullying bertajuk “Pencegahan Perundungan pada Siswa Pendidikan Kesetaraan”. Kegiatan yang berlangsung pada hari dari hari Sabtu, 27 Juni 2026 ini dipusatkan di Pulau Langkai, Kelurahan Barrang Caddi, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Kota Makassar.
Acara yang diinisiasi oleh PKBM di bawah naungan Yayasan Bina Bahari Mappassompe ini ditujukan khusus bagi para peserta didik program Pendidikan Kesetaraan Paket B dan Paket C. Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk nyata dari penguatan karakter warga belajar serta pemenuhan pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan nonformal.

Merangkul Keberagaman di Sekolah Nonformal
Sebagai lembaga penyelenggara pendidikan nonformal, PKBM Bina Bahari menyadari bahwa peserta didiknya memiliki latar belakang sosial, ekonomi, usia, dan pengalaman hidup yang sangat beragam. Keberagaman tersebut dirangkul dan dijaga melalui budaya saling menghormati serta komunikasi yang sehat. Melalui langkah ini, aspek pendidikan karakter menjadi bagian penting agar para warga belajar tidak hanya memperoleh ijazah akademik, melainkan juga kecakapan sosial dan emosional dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam workshop ini, peserta dibekali pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan (bullying), baik secara verbal, fisik, sosial, hingga perundungan digital (cyberbullying). Bentuk-bentuk perilaku ini sering kali dianggap remeh atau sekadar candaan biasa, padahal dapat meninggalkan dampak psikologis dan luka batin yang berkepanjangan.
Melalui penyampaian materi interaktif, diskusi kelompok, dan sesi berbagi pengalaman, warga belajar diajak untuk mengenali tanda-tanda perundungan, memahami dampaknya terhadap kesehatan mental dan motivasi belajar, serta membangun keberanian untuk bertindak secara bertanggung jawab jika melihat atau mengalami perundungan.

Example 500x700

Integrasi Tiga Filsafat Bugis-Makassar
Selain memberikan materi pencegahan taktis, workshop ini juga menekankan penguatan karakter berbasis kearifan lokal. Para warga belajar diingatkan kembali akan pentingnya nilai saling menghargai yang selaras dengan tiga pilar filsafat kebudayaan Bugis-Makassar, yaitu:
Sipakatau (sikap saling memanusiakan sesama manusia).
Sipakalebbi (sikap saling menghargai dan memuliakan satu sama lain).
Sipakainge (sikap saling mengingatkan dalam kebaikan).
Filsafat kebudayaan lokal ini digunakan sebagai dasar untuk mempererat hubungan sosial yang sehat serta membangun budaya sekolah yang ramah, aman, dan inklusif.

Menghadirkan Narasumber Ahli dari UPTD PPA Kota Makassar
Guna memberikan edukasi yang kredibel dan mendalam, PKBM Bina Bahari menggandeng narasumber ahli dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Makassar. Dua pemateri yang diutus adalah:
Muh. Wija Hadi Perdana, S.Psi. (Konselor Psikologis UPTD PPA Kota Makassar), yang memaparkan materi mengenai bentuk-bentuk perundungan serta dampaknya terhadap kesehatan mental dan rasa percaya diri peserta didik.
Febrian Aryo Prakoso, S.Sos. (Case Worker UPTD PPA Kota Makassar), yang membekali peserta mengenai mekanisme pencegahan taktis, pendampingan, serta tata cara pelaporan tindakan perundungan secara tepat dan bertanggung jawab.
Komitmen Bersama Menuju Ekosistem Ramah Anak
Kepala PKBM Bina Bahari, Muh. Fadli, S.Pd., menegaskan komitmen lembaganya dalam menghadirkan pendidikan kesetaraan yang berkeadilan, inklusif, dan ramah anak. Beliau berpesan agar seluruh warga belajar dapat saling mendukung dan menciptakan kenyamanan bersama.
“Bullying bukan sekadar candaan, tetapi luka yang bisa membekas. Mari ciptakan lingkungan belajar yang saling menghargai, karena setiap orang berhak merasa aman, dihargai, dan didengar,” tegas Muh. Fadli.
Dengan adanya komitmen bersama antara pihak pengelola PKBM, para tutor pendidik, peserta didik, hingga dukungan dari masyarakat kepulauan, workshop ini diharapkan menjadi langkah awal yang kokoh dalam mewujudkan budaya anti-perundungan yang berkelanjutan di lingkungan PKBM Bina Bahari

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *