MAROS – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) UKM PERISAI Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar getah pinus. Kegiatan berlangsung di Sekretariat Kelompok Tani Hutan (KTH) Bahagia, Desa Bonto Manurung, Kabupaten Maros, Sabtu (18/7).
Program ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat yang difokuskan pada peningkatan kemampuan warga dalam mengolah hasil hutan bukan kayu menjadi produk bernilai tambah dan berpotensi menumbuhkan ekonomi desa.
Pelatihan ini disusun sebagai bentuk pemanfaatan optimal kekayaan alam lokal, mengingat potensi getah pinus di Desa Bonto Manurung sangat melimpah namun belum diolah secara maksimal. Melalui inovasi ini, masyarakat dilatih mengubah bahan baku yang tersedia menjadi produk usaha yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.
Kegiatan diawali dengan pemberian tes awal (pre-test) untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum materi disampaikan. Hasilnya nanti akan dibandingkan dengan tes akhir (post-test) sebagai indikator keberhasilan pelatihan.
Rangkaian acara dipandu Ahmad Dinajad selaku moderator. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan latar belakang program serta permasalahan yang dihadapi warga dalam memanfaatkan potensi getah pinus, sekaligus menawarkan solusi melalui pengolahan menjadi lilin aromaterapi.
Sementara itu, materi teknis disampaikan fasilitator Nur Eka Saputri yang memaparkan secara terperinci mulai dari pengenalan alat dan bahan, teknik pencampuran, proses pencetakan, hingga cara pengemasan agar produk layak jual dan memiliki kualitas baik.
Tim penyelenggara juga membagikan selebaran panduan praktis sebagai referensi agar peserta dapat mempraktikkan kembali secara mandiri di rumah. Suasana pelatihan berlangsung sangat interaktif, peserta antusias bertanya seputar teknik produksi, pemilihan bahan, hingga strategi memasarkan produk.
Di akhir kegiatan, peserta kembali mengikuti tes akhir untuk melihat peningkatan pemahaman setelah mengikuti seluruh materi dan pendampingan.
Tim UKM PERISAI UMI berharap pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga melahirkan produk unggulan desa yang berkelanjutan. Program ini menjadi bukti nyata kontribusi kampus dalam memberdayakan masyarakat melalui inovasi dan pemanfaatan sumber daya lokal guna mewujudkan kemandirian ekonomi desa.
















