Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

LKMI HMI Maktim Lantik Pengurus Periode 2026–2027, Dorong Gerakan Kesehatan yang Relevan dan Berdampak

×

LKMI HMI Maktim Lantik Pengurus Periode 2026–2027, Dorong Gerakan Kesehatan yang Relevan dan Berdampak

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR — Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar Timur resmi melantik pengurus periode 2026–2027. Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan upgrading, rapat kerja, serta stadium generale yang mengangkat tema “Menakar Relevansi Gerakan Kesehatan Mahasiswa Islam di Tengah Problematika Kesehatan Bangsa.”

Kegiatan berlangsung pada Minggu, 13 September 2026, di Ruang Molar, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 11.45 WITA dan dihadiri Sekretaris Umum HMI Cabang Makassar Timur, Rendi Pratama, bersama sejumlah fungsionaris cabang.

Example 500x700

Turut hadir Ketua Umum Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Makassar Timur, Naiyla Wati Bahtiar, serta sejumlah Ketua Umum HMI Komisariat se-Jajaran Cabang Makassar Timur.

Dalam sambutannya, Rendi Pratama menekankan bahwa keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya ditentukan oleh capaian program kerja, tetapi juga oleh kemampuannya membangun regenerasi secara berkelanjutan.

“Keberhasilan suatu lembaga bukan hanya diukur dari keberhasilan program kerja yang terealisasi, melainkan mampu melahirkan regenerasi berkelanjutan yang dapat menjalankan estafet roda kepemimpinan satu periodesasi kepengurusan,” ujar Rendi.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan pengurus LKMI HMI Cabang Makassar Timur periode 2026–2027. Menurutnya, LKMI merupakan salah satu Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) di HMI Cabang Makassar Timur yang menunjukkan progresivitas dalam menjalankan peran kelembagaan.

Sementara itu, dalam sambutan demisioner Direktur LKMI periode sebelumnya yang diwakili Muhammad Raid Nabhan, ditegaskan bahwa LKMI memiliki posisi strategis sebagai ruang bagi kader HMI untuk mengembangkan pengetahuan sekaligus mengaktualisasikan keilmuan di bidang kesehatan.

“LKMI adalah tempat di mana kader-kader HMI mengasah ilmu pengetahuannya di lingkup kesehatan, dan LKMI menjadi tempat untuk mengaktualisasikan disiplin kesehatan melalui program kerja bakti sosial maupun program kerja strategis lainnya,” ujar Raid Nabhan.

Direktur LKMI HMI Cabang Makassar Timur periode 2026–2027, Randi Maulana, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelantikan.

Ia menegaskan bahwa keberlangsungan organisasi selama satu periode kepengurusan tidak hanya bergantung pada seorang pemimpin. Menurutnya, kerja kolektif dan kolaborasi seluruh elemen kepengurusan menjadi fondasi penting dalam menjalankan roda organisasi.

“Berjalannya suatu organisasi dalam satu periodesasi kepengurusan bukan hanya dari pemimpin saja, melainkan kerja sama kolektif dari seluruh elemen pengurus yang saling berkolaborasi di dalamnya,” ungkap Randi.

Randi juga menyampaikan apresiasi kepada Steering Committee dan seluruh tim kerja pelantikan yang telah memberikan gagasan serta kontribusi dalam menyusun konsep hingga pelaksanaan kegiatan.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Team Work Pelantikan, Andi Muhammad Aflah, menyampaikan laporan pertanggungjawaban terkait pelaksanaan kegiatan. Ia turut memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran tim kerja yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian pelantikan pengurus LKMI HMI Cabang Makassar Timur.

Stadium Generale Bahas Masa Depan Gerakan Kesehatan Mahasiswa Islam

Setelah rangkaian pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan stadium generale pada pukul 13.40 WITA. Forum tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni drg. Erni Marlina, Ph.D., Sp.PM (K) selaku Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin dan Dr. dr. Andi Alfian Zainuddin, M.KM selaku Wakil Dekan Bidang Perencanaan dan Sumber Daya Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Mengangkat tema “Menakar Relevansi Gerakan Kesehatan Mahasiswa Islam di Tengah Problematika Kesehatan Bangsa”, diskusi berlangsung intens dengan membahas tantangan kesehatan masyarakat sekaligus posisi strategis mahasiswa kesehatan dalam menjawab persoalan tersebut.

drg. Erni Marlina menekankan bahwa sebuah gerakan hanya dapat disebut relevan apabila mampu membaca perubahan zaman, memahami kebutuhan masyarakat, dan menghadirkan solusi yang nyata.

“Gerakan yang relevan adalah gerakan yang mampu membaca zaman, memahami kebutuhan masyarakat, dan hadir dengan solusi nyata. Relevansi bukan sekadar tentang seberapa besar sebuah lembaga dikenal, tetapi sejauh mana nilai, gagasan, dan kerja-kerjanya mampu memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, LKMI tidak boleh berhenti pada ruang diskusi mengenai persoalan kesehatan. Lembaga tersebut harus mampu mengambil bagian dalam menghadirkan solusi di tengah masyarakat melalui perpaduan ilmu pengetahuan, nilai keislaman, semangat pengabdian, dan keberanian untuk turun langsung ke lapangan.

Ia menegaskan bahwa kesehatan tidak semata-mata merupakan persoalan medis, melainkan juga persoalan kemanusiaan. Karena itu, gerakan kesehatan yang dibangun atas kepedulian, ilmu pengetahuan, dan keikhlasan akan memiliki ruang untuk terus relevan.

“Jangan hanya menjadi kader yang memahami persoalan kesehatan. Jadilah kader yang hadir, bergerak, dan memberi dampak,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Dr. dr. Andi Alfian Zainuddin menyampaikan bahwa pembangunan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama dan tidak hanya dibebankan kepada pemerintah maupun tenaga kesehatan.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital serta semakin kompleksnya persoalan kesehatan masyarakat menuntut LKMI untuk bertransformasi. LKMI tidak cukup hanya menjadi ruang berkumpul mahasiswa kesehatan, tetapi harus menjadi ruang lahirnya gagasan, gerakan, dan solusi nyata.

“Relevansi LKMI dapat dibangun melalui kemampuan membaca masalah kesehatan masyarakat, menghadirkan pendekatan berbasis ilmu dan bukti, serta menerjemahkan nilai-nilai keislaman ke dalam tindakan nyata,” jelasnya.

Ia juga mendorong kader LKMI untuk memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai instrumen pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar mengikuti tren perkembangan zaman.

Menurutnya, kader kesehatan mahasiswa Islam harus mampu keluar dari ruang-ruang diskusi dan masuk ke ruang pengabdian. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengidentifikasi persoalan kesehatan, membangun kolaborasi lintas disiplin, mendampingi masyarakat, hingga menciptakan inovasi yang memberikan manfaat secara langsung.

“Jangan hanya menjadi generasi yang memahami masalah kesehatan. Jadilah generasi yang berani mengambil peran, menghadirkan solusi, dan meninggalkan dampak,” tutupnya.

Rangkaian kegiatan pelantikan, upgrading, rapat kerja, dan stadium generale LKMI HMI Cabang Makassar Timur periode 2026–2027 kemudian ditutup dengan doa bersama.

Pelantikan tersebut menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru LKMI HMI Cabang Makassar Timur untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong gerakan kesehatan mahasiswa Islam yang tidak hanya aktif dalam ruang intelektual, tetapi juga hadir melalui pengabdian dan kerja nyata di tengah masyarakat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *