Makassar,– Kreativitas dalam mengelola sampah membawa kebanggaan bagi warga Kelurahan Rappokalling. Ketua RT 01/RW 02, Asria Yacob, mendapatkan apresiasi langsung dari Ibu Wali Kota Makassar, Melinda Aksa, atas inovasi dan dedikasinya mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.
Apresiasi tersebut diberikan dalam acara Launching Sentra Tukar Sampah Kecamatan Tallo yang digelar di Kecamatan Tallo, Sabtu (20/06/2026) pagi.
Dalam kegiatan tersebut, Asria Yacob dinilai berhasil menghadirkan inspirasi bagi masyarakat melalui pemanfaatan sampah daur ulang menjadi berbagai aksesori tas yang menarik serta pembuatan eco enzyme dari sampah organik rumah tangga.
Ibu Wali Kota Makassar menyampaikan bahwa langkah yang dilakukan Asria merupakan contoh nyata bagaimana pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yakni tingkat RT, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun lingkungan.
“Upaya seperti ini sangat patut diapresiasi karena tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan membangun kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Melinda Aksa.
Tidak hanya mendapat perhatian dari Ibu Wali Kota, Asria Yacob juga memperoleh apresiasi dari musisi sekaligus Duta Lingkungan Hidup, Opa Fadly. Menurutnya, kreativitas yang ditunjukkan Asria membuktikan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi gerakan positif yang menginspirasi banyak orang.
Asria Yacob mengaku bersyukur atas penghargaan dan perhatian yang diberikan. Ia berharap inovasi pengolahan sampah yang telah dijalankan bersama warga dapat terus berkembang dan mendorong masyarakat untuk lebih aktif memilah serta memanfaatkan sampah menjadi produk yang bermanfaat.
“Ini bukan hanya tentang mengolah sampah, tetapi juga tentang membangun kesadaran bersama bahwa sampah bisa menjadi sumber manfaat jika dikelola dengan baik,” ungkap Asria.
Keberhasilan Asria Yacob menjadi bukti bahwa inovasi lingkungan dapat lahir dari tingkat komunitas dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif.
Melalui semangat gotong royong dan kreativitas, pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan peluang untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan agar Makassar bebas sampah.
















