MAKASSAR — Tokoh agama sekaligus Akademisi Sulsel Dr. H. Abdul Wahid, MA, menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga kondusivitas dan persatuan di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Seruan itu disampaikannya dalam refleksi atas perjalanan dua tahun kepemimpinan nasional belakangan ini.
Menurut Abdul Wahid, wajar jika masyarakat memiliki harapan besar terhadap arah pembangunan bangsa. Namun di saat yang sama, kita juga perlu menyadari bahwa berbagai tantangan masih dihadapi negeri ini, mulai dari tekanan ekonomi, akses pendidikan dan kesehatan, hingga masalah lingkungan seperti kebakaran hutan dan lahan yang melanda sejumlah daerah.
“Perbedaan pandangan terhadap kebijakan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Namun jangan sampai perbedaan itu merenggangkan kebersamaan kita,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam menyampaikan aspirasi, termasuk di ruang publik dan media sosial. Kritik dan masukan memang diperlukan demi perbaikan, namun harus disampaikan dengan cara yang santun, bertanggung jawab, dan tidak memanaskan suasana.
“Yang kita butuhkan bukan saling serang, melainkan bergandengan tangan. Pemerintah berkewajiban mendengar dan bekerja lebih baik, sementara masyarakat berkewajiban menjaga ketertiban dan perdamaian. Dengan suasana yang kondusif, segala persoalan akan lebih mudah diselesaikan bersama,” tegasnya.
















