Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Sekolah Pascasarjana Unhas Hadirkan Akademisi Utrecht University, Bahas Tata Kelola Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

×

Sekolah Pascasarjana Unhas Hadirkan Akademisi Utrecht University, Bahas Tata Kelola Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR, 23 Oktober 2026 — Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin menyelenggarakan International Guest Lecture bertajuk “Environmental Governance in Indonesia” pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Dr. Annisa Triyanti, akademisi Utrecht University, Belanda, yang memiliki kepakaran dalam tata kelola risiko bencana, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Smart Class Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin ini merupakan bagian dari upaya penguatan atmosfer akademik, perluasan wawasan internasional, serta pengembangan kolaborasi keilmuan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan.

Example 500x700

Dalam kesempatan tersebut, Dekan Sekolah Pascasarjana Unhas, diwakili oleh Ketua GPM-PR Pascasarjana Unhas, Prof. Dr. Tuti Bahfiarti, S.Sos., M.Si., menyampaikan sambutan pembukaan dan menguraikan pentingnya pemerintahan lingkunganh merespon begitu kompleksnya masalah lingkungan, perubahan iklim, bencana alam dan berbagai masalah krisis lingkungan lainnya. Setelah sambutan singkat jalannya kuliah tamu dipandu oleh Dr. Nur Isdah Idris, S.IP., M.A., Ph.D., sebagai moderator.

Tema Environmental Governance in Indonesia memiliki relevansi yang sangat penting di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan lingkungan, termasuk perubahan iklim, degradasi ekosistem, risiko bencana, dan tekanan pembangunan terhadap keberlanjutan sumber daya alam.

Sebagai negara kepulauan dengan keragaman geografis, ekologis, dan sosial budaya, Indonesia menghadapi tantangan tersendiri dalam mengembangkan tata kelola lingkungan yang efektif, inklusif, dan berkeadilan.

Persoalan lingkungan tidak dapat dipandang semata-mata sebagai masalah ekologis, tetapi juga berkaitan dengan dimensi sosial, ekonomi, politik, kelembagaan, dan kesehatan masyarakat.

Oleh karena itu, penguatan tata kelola lingkungan memerlukan integrasi kebijakan lintas sektor, penguatan kelembagaan, partisipasi masyarakat, serta pemanfaatan bukti ilmiah dalam proses pengambilan keputusan.
Menghadirkan Perspektif Internasional dalam Tata Kelola LingkunganDr. Annisa Triyanti merupakan Assistant Professor of Disaster and Climate Risk Governance for Sustainability pada Copernicus Institute of Sustainable Development, Utrecht University, Belanda.

Bidang kepakarannya memberikan perspektif akademik yang relevan dalam memahami hubungan antara tata kelola lingkungan, perubahan iklim, risiko bencana, dan pembangunan berkelanjutan.

Kajian tata kelola lingkungan menekankan pentingnya keterlibatan berbagai aktor, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil.

Pendekatan multidisiplin, interdisiplin, dan transdisiplin menjadi semakin diperlukan karena persoalan lingkungan memiliki karakteristik kompleks yang tidak dapat diselesaikan melalui satu disiplin ilmu atau satu sektor pembangunan.

Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran strategis untuk menghasilkan pengetahuan ilmiah, mengembangkan inovasi, serta menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan kebijakan publik.

Memperkuat Internasionalisasi dan Kolaborasi Akademik

Penyelenggaraan kuliah tamu internasional ini menjadi salah satu bentuk komitmen Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas jejaring akademik, dan memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi internasional.

Kegiatan ini membuka kesempatan bagi mahasiswa, dosen, dan peneliti untuk memperoleh perspektif keilmuan global serta mengembangkan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap berbagai persoalan pembangunan.

Selain memperkaya proses pembelajaran, kegiatan akademik internasional juga berpotensi membuka peluang pengembangan riset bersama, publikasi ilmiah, pertukaran pengetahuan, dan kerja sama kelembagaan.

Pada jenjang pendidikan pascasarjana, penguatan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan integratif menjadi sangat penting agar mahasiswa tidak hanya mampu memahami persoalan, tetapi juga mengembangkan pendekatan ilmiah yang relevan untuk menghasilkan solusi.

Isu tata kelola lingkungan juga memiliki hubungan yang erat dengan kesehatan masyarakat dan kualitas hidup penduduk.

Perubahan iklim, pencemaran lingkungan, penurunan kualitas air, kerusakan ekosistem, dan meningkatnya risiko bencana dapat memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap kesehatan masyarakat.

Kelompok rentan, termasuk anak-anak, lanjut usia, masyarakat berpenghasilan rendah, dan penduduk wilayah pesisir serta kepulauan, sering menghadapi risiko yang lebih besar akibat ketimpangan lingkungan dan keterbatasan akses terhadap sumber daya.

Karena itu, kebijakan lingkungan perlu dikembangkan dengan mempertimbangkan prinsip keadilan sosial, perlindungan kesehatan, keberlanjutan ekosistem, dan ketahanan masyarakat.

Penguatan tata kelola lingkungan juga memiliki keterkaitan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam bidang kesehatan, air bersih, kota berkelanjutan, aksi iklim, serta perlindungan ekosistem.

Mendorong Riset dan Kebijakan Berbasis Bukti

Kuliah tamu ini diharapkan menjadi ruang pengembangan gagasan akademik dan penelitian yang berorientasi pada penyelesaian persoalan lingkungan secara sistematis dan berbasis bukti.

Berbagai isu strategis dapat dikembangkan melalui penelitian, antara lain tata kelola perubahan iklim, ketahanan wilayah pesisir dan kepulauan, kebijakan pengurangan risiko bencana, keadilan lingkungan, serta pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Dalam konteks Indonesia, pengembangan penelitian lingkungan memerlukan pendekatan yang mampu mengintegrasikan karakteristik geografis, sosial, budaya, dan kelembagaan.

Kolaborasi antara akademisi nasional dan internasional diharapkan dapat memperkuat kualitas penelitian sekaligus meningkatkan kontribusi ilmu pengetahuan terhadap perumusan kebijakan publik.

Komitmen terhadap Pengembangan Keilmuan dan Pembangunan Berkelanjutan

Melalui kegiatan International Guest Lecture, Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin terus mendorong terciptanya lingkungan akademik yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan pengetahuan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mengenai pentingnya tata kelola lingkungan yang responsif terhadap perubahan global, sekaligus mendorong kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan solusi terhadap persoalan pembangunan nasional.

Ke depan, penguatan kolaborasi akademik internasional dan pengembangan riset lintas disiplin diharapkan semakin memperluas kontribusi Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin dalam mendukung pembangunan Indonesia yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *