MAKASSAR — Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum yang sarat makna bagi Guru Besar sekaligus Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., M.Sc.PH., Ph.D. Pada kesempatan tersebut, ia memilih mengenakan busana adat Toraja sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya Nusantara sekaligus simbol semangat persatuan dalam keberagaman.
Mengapa Toraja? Bukan Sekadar Pilihan Pakaian
Menurut Prof. Sukri, mengenakan busana adat Toraja bukan sekadar pilihan pakaian, melainkan cara nyata untuk menunjukkan bahwa Indonesia dibangun dari keberagaman yang harus dirawat, dihargai, dan dirayakan bersama.
“Toraja adalah bagian penting dari kekayaan budaya Sulawesi Selatan. Nilai-nilai yang melekat dalam budaya Toraja — seperti penghormatan terhadap leluhur, kebersamaan, solidaritas, dan penghargaan terhadap kehidupan — memiliki pesan yang sangat relevan dengan semangat membangun bangsa,” ungkapnya.
Sebagai pimpinan di lingkungan pendidikan tinggi, Prof. Sukri menegaskan bahwa tugas universitas tidak hanya mencetak insan yang unggul secara akademik, tetapi juga membangun manusia yang berkarakter, menghargai budaya, menjunjung persatuan, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
“Memakai busana adat Toraja pada momentum kemerdekaan juga menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa tidak harus menghapus identitas budaya. Justru, budaya dan ilmu pengetahuan harus berjalan bersama untuk membangun Indonesia yang lebih bermartabat,”
Dalam pernyataannya, Prof. Sukri menyampaikan pesan refleksi yang mendalam:
“Dari Toraja, kita belajar tentang identitas. Dari keberagaman, kita belajar tentang persatuan. Dari kemerdekaan, kita belajar tentang tanggung jawab untuk terus membangun Indonesia.”
Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia
Mengakhiri pernyataannya, Prof. Sukri Palutturi mengucapkan selamat ulang tahun kemerdekaan ke-81 bagi Republik Indonesia dengan harapan yang menyatukan semangat keberagaman:
“Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Berbeda budaya, satu Indonesia. Merdeka!”
















