MAKASSAR — Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Provinsi Sulawesi Selatan menghadirkan inovasi kegiatan budaya bertajuk “Museum Masuk Bandara”. Dalam kegiatan ini, Museum La Galigo menggelar pameran di area bandara sebagai upaya strategis untuk memperkenalkan sejarah, budaya, dan warisan Sulawesi Selatan kepada masyarakat luas, khususnya para wisatawan dan pengguna jasa transportasi udara.
Pameran berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Agustus 2026, menampilkan beragam informasi dan koleksi yang berkaitan erat dengan sejarah serta kebudayaan Sulawesi Selatan. Kehadiran pameran di ruang publik strategis seperti bandara diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus media promosi yang efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat dari berbagai wilayah.
Tak sekadar pameran, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan serangkaian pertunjukan seni dan budaya, antara lain penampilan seni tari tradisional yang digelar setiap hari selama kegiatan berlangsung, serta berbagai kegiatan kebudayaan pendukung lainnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Mirna, S.H., M.A.P., menjelaskan bahwa penempatan pameran museum di bandara merupakan strategi untuk menjangkau publik yang lebih beragam — mulai dari wisatawan yang baru pertama kali tiba hingga mereka yang akan meninggalkan daerah ini untuk kembali ke daerah asalnya.
“Melalui kegiatan pameran ini, pengunjung dapat mengenal lebih dekat Museum La Galigo beserta nilai-nilai sejarah dan budaya yang tersimpan di dalamnya. Penempatan pameran di bandara juga menjadi strategi untuk menjangkau masyarakat yang lebih beragam, termasuk wisatawan yang baru tiba maupun akan meninggalkan Sulawesi Selatan. Ke depannya akan banyak kegiatan serupa yang lebih mendekatkan masyarakat dengan kebudayaan,” ungkap Andi Mirna.
Museum Sebagai Ruang Edukasi yang Hidup
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pelestarian dan pemanfaatan warisan budaya agar semakin dikenal, dipahami, dan dicintai oleh generasi muda. Museum tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah yang kaku, melainkan juga sebagai ruang edukasi yang hidup dan sumber pengetahuan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dengan terselenggaranya pameran Museum La Galigo di bandara, diharapkan semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk mengenal sejarah dan kebudayaan Sulawesi Selatan secara lebih mendalam. Lebih jauh, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong minat masyarakat untuk berkunjung langsung ke museum guna melihat berbagai koleksi dan informasi yang tersedia secara lebih lengkap dan nyata.
Pameran ini menjadi salah satu langkah konkret untuk mendekatkan museum dengan masyarakat, sekaligus memperkuat upaya pelestarian warisan budaya Sulawesi Selatan agar tetap hidup, dikenal, dan dapat diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi mendatang.
















