MAKASSAR, — Kematian mengenaskan alumni Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Fapet Unhas) angkatan 1996, Aprida Rapi membuat rekan-rekan korban marah. Teman seangkatan Aprida Rapi selama kuliah di Unhas menilai aksi KKB sangat biadab.
“Ini adalah tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan yang dilakukan KKB. Ini sudah tidak bisa ditolerir lagi,” tegas Muh. Arsan Fitri, salah satu rekan Aprida di Makassar, Jumat (11/9/2026).
Arsan mengatakan, Aprida bersama dua rekannya yang sesama pendatang ditembak saat menjalankan tugas mulia yakni mengantar bantuan pangan.
“Aprida bersama rekan-rekannya sedang menjalankan tugas mulia, kok tega ditembak seperti bukan manusia,” kata Arsan lagi.
Lebih miris lagi, kata Arsan, KKB bertindak mengatasnamakan Papua Merdeka.
“Menurut KKB aksi ini untuk Papua Merdeka. Kalau narasi ini yang mereka bangun, maka Papua tidak akan bisa lepas dari NKRI,” tegas Arsan.
Untuk itu, Arsan mendesak agar aparat kepolisian dan TNI segera mencari pelaku penembakan.
“Sudah banyak aksi biadab yang dilakukan para KKB. Polri dan TNI tidak boleh tinggal diam. Kasihan warga di sana,” kata Arsan.
Selain Arsan, rekan seangkatan Aprida lainnya, Dr Muhammad Anshar juga mengecam aksi biadab KKB.
Menurut Anshar aksi KKB sudah tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan.
Aprida bersama rekan-rekannya, kata Anshar, sedang menjalankan tugas kemanusiaan untuk membantu warga Jayawijaya. Tetapi kenapa mereka diperlakukan sedemikian keji dengan cara ditembak.
Anshar mengenang jika Aprida yang juga rekan sejurusannya di Sosek Peternakan Unhas adalah pribadi yang tenang.
“Orangnya sabar dan selalu tersenyum,” kenang dosen UIN Alauddin Makassar ini.
Sementara itu, rekan seangkatan Aprida yang lain, Muhammad Idris juga mengecam aksi biadab KKB.
“Sebagai teman kami tidak terima. Ini sudang sangat keterlaluan,” kata Sekdis Peternakan Dinas Peternakan Kabupaten Sumba Barat NTT ini.
Sekadar diketahui, Aprida Rapi adalah Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Jayawijaya. Ia bersama dua rekannya tewas ditembak KKB di Disrik Muliama saat menjalankan tugas mengantar bahan pangan.
Rencananya, jenazah Aprida tiba di Makassar, Jumat (11/9/2026) malam. Teman seangkatannya akan menjemput dan memberikan penghormatan terakhir untuk Aprida. (*)
















