Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Kelangkaan BBM, Antrean Panjang, dan Dampaknya terhadap Aktivitas Pekerja di Sulawesi Selatan

×

Kelangkaan BBM, Antrean Panjang, dan Dampaknya terhadap Aktivitas Pekerja di Sulawesi Selatan

Sebarkan artikel ini

Makassar — Fenomena kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi akhir-akhir ini di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan telah menimbulkan persoalan serius bagi masyarakat. Antrean kendaraan yang begitu panjang di berbagai SPBU bukan hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas dan produktivitas para pekerja.

Jusri Adi, Tenaga Kependidikan (Tendik) Universitas Muhammadiyah Makassar, menilai bahwa persoalan kelangkaan BBM tidak boleh dilihat hanya sebagai persoalan antrean kendaraan, tetapi juga harus dilihat dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat, khususnya para pekerja.

Example 500x700

“Banyak pekerja yang setiap hari harus menempuh perjalanan dari rumah menuju tempat kerja. Ketika mereka harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre BBM, tentu ini sangat berdampak terhadap aktivitas pekerjaan. Ada yang akhirnya terlambat masuk kantor, bukan karena tidak disiplin, tetapi karena menghadapi kondisi yang berada di luar kendalinya,” ujar Jusri Adi.

Menurutnya, keterlambatan pekerja dalam kondisi seperti ini perlu dipahami secara objektif. Persoalan tersebut bukan semata-mata persoalan individu, melainkan bagian dari persoalan ketersediaan dan distribusi BBM yang berdampak luas terhadap masyarakat.

“Jangan sampai pekerja yang sudah berusaha berangkat lebih awal tetap harus menerima konsekuensi karena antrean BBM yang panjang. Kita tentu berharap ada kebijakan yang lebih manusiawi dan mempertimbangkan kondisi riil yang terjadi di lapangan,” tambahnya.

Kelangkaan BBM juga berpotensi menimbulkan efek berantai. Produktivitas masyarakat dapat terganggu, aktivitas ekonomi melambat, biaya transportasi meningkat, hingga muncul keresahan akibat ketidakpastian masyarakat dalam memperoleh BBM.

Bagi pekerja harian, pengemudi, pelaku UMKM, maupun masyarakat yang sangat bergantung pada kendaraan untuk mencari nafkah, kondisi tersebut menjadi beban tambahan.

Jusri Adi berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM di Sulawesi Selatan.

“Masyarakat membutuhkan kepastian, bukan sekadar imbauan untuk bersabar. Di balik setiap kendaraan yang mengantre, ada pekerja yang sedang mengejar waktu, ada keluarga yang menunggu nafkah, dan ada aktivitas ekonomi yang harus terus berjalan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar persoalan ini tidak dianggap sebagai masalah kecil. Jika berlangsung terus-menerus, dampaknya dapat meluas terhadap produktivitas tenaga kerja dan roda perekonomian masyarakat.

“Kelangkaan BBM bukan sekadar persoalan kendaraan yang tidak bisa berjalan. Ini menyangkut waktu, pekerjaan, penghasilan, dan kehidupan masyarakat. Karena itu, persoalan ini membutuhkan penanganan yang cepat, jelas, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat,” tutup Jusri Adi, Tendik Universitas Muhammadiyah Makassar.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *