Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Perkuat Manajemen Tata Kelola, Muhammadiyah Bawa Pengurus Masjid se-Kota Makassar Studi Tiru ke Jogokariyan dan Al-Falah

×

Perkuat Manajemen Tata Kelola, Muhammadiyah Bawa Pengurus Masjid se-Kota Makassar Studi Tiru ke Jogokariyan dan Al-Falah

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR — Majelis Tabligh bersama Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar bakal menggelar kegiatan studi tiru tata kelola masjid ke dua masjid rujukan nasional, yakni Masjid Jogokariyan Yogyakarta dan Masjid Raya Al-Falah Sragen, Jawa Tengah.

Kegiatan bertajuk “Studi Tiru Manajemen Masjid ke Masjid Jogokariyan Yogyakarta dan Masjid Raya Al-Falah Sragen” tersebut mengusung tema Belajar Tata Kelola Masjid Modern, Profesional, dan Berorientasi pada Pelayanan Umat.

Example 500x700

Agenda ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari, pada 18–23 Desember 2026 mendatang.

Ketua Panitia Studi Tiru, Ustz Yusuf Sewang, mengungkapkan bahwa pemilihan kedua masjid rujukan tersebut didasari oleh keunggulan tata kelola dan inovasi pelayanan kepada masyarakat yang telah terbukti secara nasional.

“Masjid Jogokariyan dipilih karena keunggulannya dalam pemetaan dakwah, pelayanan jemaah, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta transparansi keuangan. Sementara Masjid Raya Al-Falah Sragen menjadi rujukan karena fokus pada kaderisasi generasi muda, dakwah kreatif, serta pelayanan jemaah 24 jam dengan prinsip Melayani, Menggembirakan, dan Mencerahkan,” ujar Yusuf Sewang di Makassar, Kamis (24/9/2026).

Yusuf Sewang menambahkan, agenda studi tiru ini dirancang secara aplikatif agar peserta tidak sekadar melakukan kunjungan formalitas.

“Studi tiru ini diharapkan tidak berhenti pada kunjungan semata. Selama kegiatan, peserta akan mengikuti presentasi profil, diskusi panel, observasi lapangan, hingga menyusun poin-poin konkret yang dapat diadopsi dan disesuaikan dengan kondisi masjid masing-masing,” tambahnya.

Diikuti 100 Peserta via Jalur Kapal Laut
Kegiatan ini diperkirakan diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas pengurus takmir masjid binaan, pengurus Majelis Tabligh, pengurus LPCR-PM PDM Kota Makassar, perwakilan jemaah, serta unsur Pimpinan PDM Kota Makassar.

“Alhamdulilah sudah ada beberapa pengurus masjid Muhammadiyah dan masjid binaan Muhammadiyah se-kota Makassar yang telah konfirmasi kesiapannya untuk ikut,” tuturnya.

“Bagi yang ingin mendaftar segera hubungi panitia pelaksana atau bisa menghubungi majelis tabligh PDM Makassar,” tambahnya.

Rombongan dijadwalkan berangkat dari Makassar menuju Surabaya menggunakan moda transportasi kapal laut, sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju Sragen dan Yogyakarta.

Selama berada di lokasi tujuan, para peserta akan mengikuti sejumlah program utama:

Masjid Raya Al-Falah Sragen: Diskusi panel bersama takmir terkait pelayanan ramah musafir, manajemen ATM beras, dan pengelolaan Badan Usaha Milik Masjid (BUMM). Peserta juga akan meninjau fasilitas unggulan seperti ruang istirahat musafir, posko kesehatan, dan minimarket masjid.

Masjid Jogokariyan Yogyakarta: Sesi kuliah manajemen bersama takmir yang membahas sejarah perkembangan masjid, pendataan jemaah, serta strategi pengelolaan kas nol rupiah. Selain itu, peserta akan meninjau lini bisnis UMKM warga sekitar masjid serta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) perumusan hasil studi.

Terpisah, Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Makassar, Ustad Munir Abd. Rahman, menekankan pentingnya penguatan fungsi masjid yang tidak hanya sebatas tempat ibadah ritual semata.

“Masjid bukan sekadar tempat melaksanakan salat berjemaah. Masjid adalah pusat pembinaan umat, tempat mendidik generasi muda, memperkuat ukhuwah, serta membangun kepedulian sosial,” jelas Munir.

Ia pun mengajak seluruh pengurus masjid untuk memanfaatkan momentum ini dengan semangat belajar.

“Mari hadir sebagai pembelajar dengan prinsip: yang baik kita pelajari, yang sesuai kita terapkan, yang kurang kita perbaiki, dan yang belum ada kita kembangkan. Langkah ini adalah bagian dari ikhtiar menghadirkan masjid yang lebih makmur, tertib, dan profesional,” imbaunya.

Terpisah, Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) PDM Makassar, Abd. Rahman Jalaluddin mengaku optimis program kolaborasi ini bisa terwujud dengan penuh khidmat.

Ia menyebut bahwa kegiatan ini sebagai upaya silaturahim hingga ranting.

“Sebagai bagian dari upaya menjaga dan melestarikan cabang dan ranting Muhammadiyah dan yang lebih utama menjadi sarana untuk pengurus masjid mengembangkan pembinaan masjid yang dikelola,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PDM Kota Makassar, Dr. Darwis Muhdina, menegaskan bahwa ukuran keberhasilan kegiatan ini terletak pada dampak perubahan nyata di lapangan setelah rombongan kembali ke Makassar.

“Keberhasilan studi tiru ini tidak diukur dari seberapa jauh kita melangkah, melainkan dari seberapa banyak perubahan positif yang bisa kita bawa pulang ke masjid kita masing-masing,” tegas Darwis.

Melalui program studi tiru ini, PDM Kota Makassar berharap masjid-masjid binaan Muhammadiyah di Kota Makassar semakin siap bertransformasi menjadi pusat pelayanan umat yang modern, ramah, dan memberdayakan. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *