Makassar, – Milad bukan sekadar penanda bertambahnya usia sebuah institusi. Lebih dari itu, milad merupakan momentum refleksi mendalam, mensyukuri perjalanan panjang yang telah dilalui, sekaligus merancang strategi untuk masa depan yang lebih cerah dan berdampak.
Pada awal berdirinya, Fakultas Sastra memikul tanggung jawab besar dengan mengelola tiga program studi unggulan: Sastra Inggris, Sastra Arab, dan Sastra Indonesia. Ketiganya menjadi fondasi kokoh bagi pengembangan ilmu bahasa dan sastra di lingkungan UMI.
Seiring berjalannya waktu, fakultas ini berevolusi menjadi Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) dengan enam program studi yang kini diampu: Sastra Inggris, Sastra Arab, Sastra Indonesia, Ilmu Komunikasi, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia.
Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama semata. Ia mencerminkan perluasan mandat keilmuan yang adaptif terhadap kebutuhan zaman, tanpa kehilangan identitas sebagai pusat keunggulan dalam bidang bahasa, komunikasi, pendidikan, dan budaya.
Enam Pilar Pengembangan FSIKP
Dekan FSIKP UMI, Dr. Hj. Nurjannah Abna, SS, M.Pd., menegaskan bahwa arah pengembangan fakultas dibangun di atas enam pilar utama yang kuat. Pertama, fokus pada pendidikan dan pembelajaran melalui implementasi Outcome Based Education (OBE) serta pembelajaran berbasis teknologi digital yang inovatif.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dr. Nurjannah Abna pada puncak perayaan Milad ke 39 FSIKP UMI di auditorium Al Jibra UMiI, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Jumat (19/6/2026). Serangkaian kegiatan akademik dan non akademiktelah berlangsung sebagai bagian dari pelaksanaan Milad kali ini.
“Pilar kedua adalah memperkuat budaya penelitian, inovasi, dan hilirisasi hasil riset. Alhamdulillah, dosen FSIKP UMI telah melahirkan puluhan buku ajar, buku referensi, dan karya ilmiah yang tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pengembangan ilmu di fakultas ini tidak berhenti pada publikasi semata, melainkan diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat literasi masyarakat, serta menyelesaikan berbagai persoalan sosial melalui pendekatan keilmuan yang aplikatif dan berkelanjutan,” terangnya.
Dalam bidang publikasi, FSIKP UMI saat ini memiliki enam jurnal ilmiah. Satu di antaranya telah terakreditasi Sinta 2 (Jurnal Didaktis), satu Sinta 4 (Tamaddun), dan empat jurnal lainnya sedang dalam proses akreditasi. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen fakultas terhadap kemajuan riset yang berkualitas.
“Pilar berikutnya meliputi pengabdian kepada masyarakat melalui program pemberdayaan berbasis keilmuan, pengembangan sumber daya manusia dengan peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan, tata kelola berorientasi mutu, serta penguatan jejaring dan kolaborasi baik di tingkat nasional maupun potensial internasional,” sebutnya.
Kontribusi Nyata
Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, SH, MH menjelaskan, usia yang semakin matang mencerminkan kematangan sebuah institusi yang telah melalui berbagai fase perkembangan, tantangan, dan perubahan. Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) UMI telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam mencetak sumber daya manusia yang berintegritas serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan masyarakat dan bangsa.
“Pertumbuhan yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu menghadirkan dan menciptakan dampak positif. Oleh karena itu, mari kita ingatkan kembali bahwa kemajuan hanya dapat dicapai melalui kebersamaan dan semangat kolektif, bukan semata-mata usaha individu,” bebernya.
Dalam konteks pembangunan bangsa, Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan memiliki peranan yang sangat strategis. Di tengah derasnya arus transformasi dan perkembangan teknologi di Indonesia, kebutuhan akan insan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang efektif, literasi yang tinggi, serta karakter yang kuat semakin mendesak.
“Kami meyakini bahwa dunia pendidikan tidak hanya bertugas menguasai ilmu pengetahuan semata, tetapi juga membentuk cara berpikir, cara berinteraksi, serta membekali generasi masa depan agar mampu bergerak maju dengan penuh integritas dan tanggung jawab,” tegas Prof Hambali.
Tausiah: Perbedaan Adalah Rahmat
Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, MA, memastikan bahwa pihak pimpinan YW UMI akan terus memberikan dukungan dalam rangka pengembangan kualitas layanan akademik FSIKP UMI demi menghasilkan luaran yang berkualitas sebagai bentuk konytibusi pembangunan masyarakat berkualitas
“Kami memastikan bahwa pimpinan Yayasan terus mendukung penuh pembangunan dan pengembangan Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) UMI,” sebutnya.
Perayaan Milad ke 39 ini juga diisi dengan tausiah yang dibawakan oleh Ketua Pembina YW UMI, Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, SE, M.Si. dalam tausiahnya, Prof Mansyur menyebutkan, FSIKP UMI adalah fakultas yang sangat beragam.
“Ada Sastra, ada Ilmu Komunikasi, ada Pendidikan. Keberagaman ini pernah dikumandangkan oleh mantan Perdana Menteri Kanada yang menyatakan Diversity is the engine for invention. Manfaatkanlah keberagaman ini untuk melahirkan berbagai inovasi, atau dalam kaidah Ilslam disebut dengan Iktifau fi ummati Rahmah, perbedaan itu adalah rahmat” imbuhnya. (Ir)
















