Sidenreng Rappang – Minggu, 05 juli 2026 bertempat di kantor desa teppo, kecamatan tellu limpoe, kabupaten sidenreng rappang, posko pbl desa teppo fakultas kesehatan masyarakat universitas hasanuddin (fkm unhas) melaksanakan kegiatan seminar awal sebagai bentuk sosialisasi pelaksanaan praktik belajar lapangan (pbl) 1 di desa teppo.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan program kerja mahasiswa kepada pemerintah desa serta masyarakat, sekaligus membuka ruang diskusi terkait berbagai permasalahan kesehatan yang ada di desa.
Kegiatan sosialisasi dibuka dengan sambutan hangat dari perwakilan kepala desa teppo, yakni sekretaris desa, ibu wiwik. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa pbl serta harapan agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa teppo. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai tujuan pelaksanaan pbl 1, yang berfokus pada proses pengambilan data di desa teppo selama masa pelaksanaan selama 14 hari sebagai dasar dalam penyusunan intervensi kesehatan yang tepat sasaran.
Dalam sesi diskusi, pendamping desa teppo, arifuddin bora, menyampaikan bahwa persoalan sampah masih menjadi salah satu isu utama di desa teppo. Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa titik konsentrasi sampah yang belum sepenuhnya terjangkau oleh warga.
Oleh karena itu, diperlukan solusi yang tepat agar pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan baik dan tidak meresahkan masyarakat. Selain itu, ia juga menyoroti tingginya kasus demam berdarah dengue (dbd) di desa tersebut. Menurutnya, sosialisasi terkait pencegahan penyakit belum dilakukan secara merata, sehingga informasi yang diterima masyarakat masih terbatas, khususnya hanya menjangkau wilayah bagian utara desa. Ia berharap mahasiswa pbl dapat melakukan pendataan secara menyeluruh agar penyebab utama permasalahan dapat diidentifikasi dengan jelas, serta mampu memberikan edukasi dan solusi yang berdampak positif bagi masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, pendamping desa lainnya, rusman, menyampaikan harapannya agar hasil pendataan yang dilakukan oleh mahasiswa pbl dapat menjadi acuan bagi pemerintah desa, khususnya dalam sektor kesehatan. Ia menambahkan bahwa data yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi serta pemicu peningkatan kegiatan layanan kesehatan seperti posyandu, posbindu, dan pustu. Selain itu, data tersebut juga diharapkan dapat menjadi dasar analisis awal dalam merancang langkah antisipasi yang lebih cepat dan tepat di masa mendatang.
Sementara itu, sudirman, selaku pendamping desa, menyoroti kendala dalam pendataan indeks desa, khususnya terkait kepemilikan jamban di setiap rumah tangga. Ia berharap mahasiswa pbl dapat turut membantu dalam melakukan pendataan tersebut, mengingat data tersebut sangat penting dalam mendukung perencanaan pembangunan desa, terutama dalam aspek sanitasi dan kesehatan lingkungan.
Melalui kegiatan seminar awal ini, diharapkan terjalin sinergi antara mahasiswa pbl, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengidentifikasi serta menangani berbagai permasalahan kesehatan di desa teppo. Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam mewujudkan intervensi berbasis data yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
















