Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Ketua Umum PKPM Sulsel Dampingi Bayi 5 Bulan di RSUD Haji Makassar, Wujud Nyata Kepedulian dan Human Prestasi Pelayanan Kemanusiaan

×

Ketua Umum PKPM Sulsel Dampingi Bayi 5 Bulan di RSUD Haji Makassar, Wujud Nyata Kepedulian dan Human Prestasi Pelayanan Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini

Makassar — Kepedulian terhadap masyarakat kecil kembali ditunjukkan Ketua Umum PKPM Sulawesi Selatan, Eka Darmawan Sya, dengan turun langsung mendampingi seorang bayi berusia lima bulan bernama Nurfaerah yang sempat mengalami kondisi kritis dan terkendala administrasi pelayanan kesehatan.

Pendampingan tersebut dilakukan di RSUD Haji Makassar setelah adanya informasi dari pihak Kelurahan Barombong terkait warga Kelurahan Kakia yang membutuhkan bantuan medis darurat namun mengalami persoalan administrasi kependudukan dan jaminan kesehatan.

Example 500x700

Eka Darmawan mengungkapkan dirinya langsung bergerak menuju kediaman pasien usai menerima laporan tersebut. Saat tiba di lokasi, kondisi bayi Nurfaerah disebut cukup memprihatinkan.

“Ketika saya melihat langsung kondisi pasien di rumahnya, bayi tersebut mengalami sesak napas, panas tinggi, dan kondisi fisiknya sangat lemah. Saat itu juga kami mengambil langkah cepat membawa pasien ke RSUD Haji Kota Makassar untuk mendapatkan penanganan medis,” ujar Eka Darmawan kepada awak media.

Tak hanya fokus pada penanganan medis, pihaknya juga langsung berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk membantu proses administrasi pasien, termasuk pengurusan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) agar pasien dapat memperoleh akses bantuan kesehatan dari pemerintah.

Namun dalam prosesnya, ditemukan sejumlah kendala administratif. Orang tua pasien diketahui belum memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), bahkan data kependudukan pasien masih belum terdaftar dalam kartu keluarga.

Meski demikian, pelayanan cepat dan humanis langsung diberikan pihak RSUD Haji Makassar setibanya pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Alhamdulillah, kepala IGD, dokter, dan seluruh perawat menerima pasien dengan sangat baik dan langsung memberikan pelayanan medis secara maksimal,” lanjutnya.

Tak berhenti di situ, Eka Darmawan juga melakukan koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar untuk membantu sinkronisasi data administrasi keluarga pasien yang sebelumnya mengalami ketidaksesuaian.

Melalui komunikasi bersama pihak Disdukcapil, termasuk salah satu staf bernama Dewi, proses pembenahan data akhirnya dapat diselesaikan sehingga pasien resmi masuk dalam kartu keluarga orang tuanya.

Nurfaerah kemudian menjalani perawatan inap sejak 22 Mei 2026 di RSUD Haji Makassar. Setelah mendapatkan penanganan intensif dari tim medis, kondisi pasien kini dikabarkan membaik dan telah diperbolehkan pulang untuk kembali berkumpul bersama keluarganya.

Atas penanganan dan kolaborasi lintas sektor tersebut, Eka Darmawan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pelayanan terhadap pasien.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Makassar, Dinas Sosial Kota Makassar, hingga jajaran RSUD Haji Makassar.

Menurutnya, kerja sama dan kepedulian seluruh pihak menjadi bukti bahwa pelayanan kemanusiaan harus menjadi prioritas utama, terutama bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan perhatian cepat.

“Semoga segala bentuk pengabdian dan kemanusiaan yang diberikan menjadi amal ibadah dan membawa manfaat besar bagi masyarakat,” tutupnya.

Narasumber:

Eka Darmawan Sya — Ketua Umum PKPM Sulawesi Selatan

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *