Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Anregurutta (AGH) Farid Wajdi Lc MA,  Politik Uang Haram, Pilkades Harus Damai dan Penuh Persaudaraan

×

Anregurutta (AGH) Farid Wajdi Lc MA,  Politik Uang Haram, Pilkades Harus Damai dan Penuh Persaudaraan

Sebarkan artikel ini

BARRU – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak yang akan digelar pada Senin, 25 Mei 2026, berbagai pesan penting terus disampaikan tokoh masyarakat Kabupaten Barru. Kali ini, himbauan khusus datang dari tokoh Alim Ulama sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Darud Da’wah Wal Irsyad (DDI) Mangkoso, AG. Prof. Dr. H. Muh. Faried Wadjedy, Lc., MA, yang mengingatkan aspek agama dan moral dalam pesta demokrasi di 12 desa yang tersebar di 6 kecamatan se-Kabupaten Barru tersebut.

Dalam pesannya, Prof. Faried Wadjedy secara tegas mengingatkan seluruh kontestan calon kepala desa untuk menjunjung tinggi etika dan nilai agama selama masa kampanye hingga hari pencoblosan. Ia menekankan pentingnya sikap saling merangkul antar calon, serta melarang keras praktik politik uang yang dinilai bertentangan dengan aturan agama.

Example 500x700

“Kepada para kontestan calon kepala desa, tetaplah saling merangkul dan jangan melakukan politik uang, karena hal itu haram hukumnya dalam agama. Tentunya setiap calon memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan siapa pun yang terpilih nanti diharapkan dapat berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah kita. Yang terpenting, jagalah ketertiban dan kedamaian,” tegasnya.

Menurut ulama yang disegani masyarakat Barru ini, jabatan kepala desa sejatinya bukanlah tujuan untuk berkuasa, melainkan wadah pengabdian tulus bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan umat. Oleh karena itu, ia sangat berharap pelaksanaan Pilkades kali ini berjalan damai, tertib, dan sesuai dengan semangat deklarasi damai yang telah disepakati bersama sebelumnya.

“Jabatan kepala desa adalah ajang kita mengabdi untuk daerah kita. Jadi, besar harapan kami agar Pilkades ini berjalan dengan damai sesuai hasil deklarasi kemarin,” tambahnya.

Lebih jauh, Prof. Faried kembali mengajak seluruh elemen masyarakat — mulai dari calon, tim pendukung, hingga warga pemilih — untuk bersatu menjaga kerukunan. Ia mengingatkan bahwa perbedaan pilihan adalah hal yang lumrah dalam demokrasi, namun hal tersebut tidak boleh meretakkan ikatan persaudaraan yang telah terjalin erat.

“Mari kita ciptakan Pilkades yang aman, damai, dan demokratis dengan menghindari hoaks, provokasi, serta ujaran kebencian. Perbedaan pilihan dalam demokrasi adalah hal biasa, termasuk dalam pemilihan kepala desa. Akan tetapi, hal terpenting yang tidak boleh dilupakan adalah menjaga hubungan persaudaraan,” ujarnya.

Di akhir pesannya, ia turut mendoakan agar hasil pemilihan nanti menjadi titik balik kemajuan desa-desa di Barru, di mana pemimpin terpilih mampu bekerja secara adil, amanah, dan membawa kesejahteraan nyata bagi seluruh warga.

“Semoga hasilnya nanti akan menjadi awal baru untuk membangun desa yang lebih baik, adil, dan sejahtera bagi seluruh warga, serta amanah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab,” pungkas AG. Prof. Dr. H. Muh. Faried Wadjedy, Lc., MA.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *