Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Opini

Air Mata Taubat UPG 5 di Arafah

×

Air Mata Taubat UPG 5 di Arafah

Sebarkan artikel ini

Oleh : Fatmawati Hilal (Sekretaris PB DDI/Jemaah Haji Kloter UPG 5)

Mekkah, – Padang Arafah menjadi saksi lautan air mata taubat jamaah Kloter UPG 5 dalam pelaksanaan puncak ibadah haji, wukuf di Arafah. Sejak khutbah dimulai hingga zikir dan doa dipanjatkan, suasana haru menyelimuti seluruh tenda wukuf. Isak tangis jamaah bersahut-sahutan, mengalun bersama lantunan istighfar dan kalimat tauhid yang menggema penuh penghayatan.

Example 500x700

Khutbah wukuf disampaikan oleh Prof. Dr. Muhammad Shuhufi, S.Ag., M.Ag., jamaah Kloter UPG 5. Dengan suara yang dalam dan penuh keteduhan, beliau mengajak seluruh jamaah untuk tidak malu menangis di hadapan Allah SWT.

“Di Arafah ini, jangan ada kesombongan yang tersisa di hati kita. Menangislah… akui semua dosa dan kesalahan kita di hadapan Allah. Karena Allah sedekat-dekatnya dengan hamba di Padang Arafah. Hari ini adalah hari diijabahnya doa-doa,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Kalimat-kalimat itu menembus relung hati para jamaah. Banyak yang menundukkan kepala, menengadahkan tangan, lalu larut dalam tangisan panjang.

Beberapa jamaah tampak tak lagi mampu menyembunyikan sesak dadanya ketika mengingat dosa, kelalaian, dan kesalahan yang pernah dilakukan sepanjang hidup.

Suasana semakin syahdu saat zikir dipandu oleh Prof. Dr. Fatmawati, S.Ag., M.Ag., yang juga jamaah Kloter UPG 5. Dengan suara serak yang tertahan oleh tangis, Fatmawati Hilal terus berusaha memandu jamaah melafalkan istighfar, tahmid, dan kalimat lā ilāha illallāh dengan penuh kekhusyukan.

Namun haru yang membuncah membuat dirinya pun tak kuasa menahan air mata. Suaranya beberapa kali terputus oleh tangis. Dalam suasana yang begitu menyentuh itu, tangisan jamaah pecah semakin deras. Dari berbagai sudut tenda terdengar suara-suara lirih, rintihan taubat, bahkan histeris doa yang melangit, seolah setiap jiwa sedang menumpahkan seluruh penyesalan dan harapannya langsung di hadapan Allah SWT.
“Ya Allah… ampuni kami…” “Ya Rabb… jangan pulangkan kami dengan dosa…”
Rintihan-rintihan itu bersahut-sahutan, berpadu dengan linangan air mata yang tak lagi mampu dibendung.

Doa wukuf kemudian dipandu oleh H. Zulkifli Hijaz, bimbad UPG 5 sekaligus penanggungjawab KBIHU Syekh Yusuf, Gowa. Saat doa dipanjatkan, suasana haru mencapai puncaknya. Tangisan jamaah semakin pecah. Bahu-bahu bergetar. Mata-mata sembab menatap langit Arafah dengan penuh harap akan ampunan dan kasih sayang Allah SWT.

Penyesalan atas dosa dan kekhilafan masa lalu seakan menggemuruh di dada para jamaah. Tidak sedikit yang menangis tersedu-sedu sambil memeluk sesama jamaah di sampingnya.

Arafah siang itu benar-benar menjadi padang taubat, tempat hati-hati yang lama lelah kembali pulang kepada Allah.

Usai doa bersama, para jamaah saling bersalam-salaman dan berpelukan. Dengan mata yang masih basah oleh air mata, mereka saling meminta maaf dan melapangkan segala khilaf selama membersamai perjalanan haji dalam satu kloter.

Suasana itu menjadi penutup yang begitu menggetarkan hati.Di tengah panasnya Padang Arafah, Allah menghadirkan kesejukan taubat dalam dada para tamu-Nya. Air mata yang jatuh siang itu bukanlah tanda kelemahan, melainkan pertanda hati yang sedang kembali hidup di hadapan Rabb semesta alam. (Irfan)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *