YOGYAKARTA,— Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengambil bagian dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dosen Berkegiatan di Luar Kampus (DLK) Sekolah Pascasarjana UNY.
Program bertajuk “Penguatan Life Skills Remaja sebagai Strategi Edukasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di Kampung Emas Bumijo” digelar di Kelurahan Bumijo, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Pemerintah Kelurahan Bumijo dan Karang Taruna Bumijo dengan melibatkan 50 peserta dari kalangan pemuda.
Program tidak hanya memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba, tetapi juga memperkuat kemampuan remaja dalam mengambil keputusan dan membangun kesadaran diri.
Selain itu, peserta diberikan penguatan mengenai tanggung jawab serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan yang muncul di lingkungan sosial.
Ketua Tim Pelaksana Prof.Dyah Kumalasari, M.Pd. mengatakan, persoalan penyalahgunaan narkoba tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda.
“Narkoba mengancam masa depan generasi muda. Karena itu, kami hadir bersama tim untuk membantu pemerintah setempat memperkuat upaya pencegahan narkoba di kalangan pemuda,” ujarnya.
Program PkM tersebut dirancang melalui sejumlah tahapan yang sistematis agar materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan para peserta.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta sekaligus memetakan kebutuhan edukasi terkait pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Hasil pemetaan tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim dalam menyusun materi seminar dan workshop sesuai kondisi serta kebutuhan remaja di wilayah Bumijo.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari BNN Kota Yogyakarta dan kalangan akademisi yang memberikan pemahaman tentang pencegahan narkoba dan pengembangan life skills.
Peserta mendapatkan bekal untuk menghadapi tekanan lingkungan sosial sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Pendekatan tersebut menempatkan pencegahan narkoba bukan sekadar penyampaian informasi, tetapi juga sebagai proses penguatan kapasitas individu.
Setelah seminar dan workshop, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan secara lebih intensif bagi remaja yang membutuhkan penguatan dalam upaya pencegahan narkoba.
Tim PkM juga membagikan modul pelatihan pencegahan narkoba kepada peserta sebagai bahan belajar lanjutan setelah kegiatan tatap muka selesai.
Rangkaian kegiatan kemudian diarahkan pada pembentukan komitmen bersama di antara para peserta untuk menciptakan lingkungan pemuda yang sehat.
Para peserta menyusun komitmen pencegahan penyalahgunaan narkoba dan menandatangani fakta integritas sebagai bentuk kesepakatan bersama.
Upaya pencegahan juga diperluas melalui kampanye antinarkoba di media sosial yang melibatkan para peserta secara langsung.
Peserta membuat dan menyebarluaskan flyer kampanye pencegahan narkoba melalui akun media sosial masing-masing.
Kampanye tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan pesan edukasi hingga ke lingkungan pertemanan dan masyarakat secara lebih luas.
Dengan demikian, pesan pencegahan narkoba tidak hanya berlangsung di ruang seminar, tetapi juga menjangkau ruang digital yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Keterlibatan UNY dalam program tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kelurahan Bumijo karena dinilai membantu memperkuat perhatian terhadap masa depan generasi muda.
“Kami selaku pemerintah setempat mengucapkan terima kasih banyak kepada UNY, khususnya Tim PkM yang telah melaksanakan kegiatan ini,” ungkap Lurah Bumijo.
Menurutnya, kegiatan tersebut membantu pemerintah setempat dalam memikirkan masa depan anak-anak muda, terutama dalam menghadapi persoalan penyalahgunaan narkoba.
Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada seminar, workshop, pendampingan, dan kampanye antinarkoba yang telah dilaksanakan.
Tim PkM melakukan post-test pada akhir kegiatan untuk mengukur perubahan pemahaman peserta setelah mengikuti seluruh rangkaian program.
Hasil evaluasi tersebut kemudian dianalisis untuk mengetahui capaian kegiatan sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat.
Dengan evaluasi tersebut, program PkM diharapkan dapat terus dikembangkan agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Kegiatan ini juga memberikan kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Kontribusi tersebut diwujudkan melalui edukasi dan upaya pencegahan perilaku berisiko di kalangan remaja, khususnya penyalahgunaan narkoba.
Di lingkungan perguruan tinggi, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) UNY melalui program dosen berkegiatan di luar kampus.
Pelibatan dosen dan mahasiswa bersama pemerintah kelurahan, Karang Taruna, BNN, dan akademisi menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari, tetapi dapat berkembang menjadi model edukasi pencegahan narkoba berbasis masyarakat.
Model tersebut dapat melibatkan remaja, keluarga, pemerintah lokal, organisasi kepemudaan, perguruan tinggi, serta lembaga terkait secara berkelanjutan.
Dengan pendekatan kolaboratif, pencegahan penyalahgunaan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi gerakan bersama.
Gerakan tersebut diharapkan mampu menjaga generasi muda sekaligus membangun lingkungan sosial yang lebih sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan PkM tersebut dilaksanakan Prof. Dr. Dyah Kumalasari, M.Pd., Dr. Rahayu Fuji Astuti, S.Pd.I., M.Pd.I., dan Dr. Jumadi, S.Pd.I., M.Pd.I.
Tim juga melibatkan mahasiswa Wulaningrum, Feri Adrison, Siska Perangin Angin, M. Fachri Ramadhani, dan Endah Resnandari Puji Astuti. (Jumadi/Irfan)
















