Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Mahasiswa Fkm Unhas Gelar Seminar Awal Praktek Belajar Lapangan  di Kelurahan Maddenra Sidrap

×

Mahasiswa Fkm Unhas Gelar Seminar Awal Praktek Belajar Lapangan  di Kelurahan Maddenra Sidrap

Sebarkan artikel ini

Maddenra, 4 Juli 2026 — Bertempat di aula kantor desa Maddenra, kecamatan Kulo, kabupaten Sidenreng Rappang, mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) resmi memulai kegiatan seminar awal praktik belajar lapangan I (PBL I). Kegiatan ini menjadi momen pembuka dari proses belajar berbasis masyarakat yang akan berlangsung selama dua minggu ke depan.

Acara yang dimulai pada pukul 16.00 WITA ini dihadiri oleh 30 partisipan, yang terdiri dari unsur pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Hadir pula Bapak Andi Rahim selaku kepala desa Maddenra, bersama jajaran aparat desa, serta warga yang antusias menyambut kedatangan mahasiswa.

Example 500x700

Tujuh mahasiswa yang tergabung dalam posko PBL I desa Maddenra adalah Andi Riski Ramadani (AKK), Annuriyah Ekawati Suwito (Epidemiologi), Dylla Myristika S. R. (K3), Nur Istiana Azizah (Biostatistik), Nurihdinah (AKK), Aulia Rizky M. (K3), dan Kerenhapukh Helen Salu (PKIP). Selama bertugas, mereka akan melakukan pengumpulan data untuk mengenali permasalahan kesehatan yang ada di desa. Kelompok ini dibimbing langsung oleh Bapak Safrullah Amir, S.Gz., MPH sebagai supervisor lapangan.

Dalam sambutannya, koordinator desa, Andi Riski Ramadani, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata perjalanan belajar mahasiswa selama empat semester terakhir di FKM Unhas. “Hari ini adalah bukti bahwa ilmu yang kami pelajari di bangku kuliah bukan sekadar teori. Setelah empat semester menempuh pendidikan, kami hadir di sini untuk mengaplikasikannya secara langsung, belajar dari kondisi nyata masyarakat Maddenra, dan semoga kehadiran kami bisa memberi manfaat, sekecil apa pun itu,” ungkapnya penuh semangat.

Sementara itu, kepala desa Maddenra, Bapak Andi Rahim, menyampaikan bahwa kegiatan PBL I ini juga menjadi ajang penting bagi desa untuk berbenah. Ia berharap melalui pendataan yang dilakukan mahasiswa, desa dapat mengetahui secara lebih jelas kekurangan yang selama ini belum terlihat. “Kegiatan ini bukan hanya untuk mahasiswa, tapi juga kesempatan bagi desa kita untuk tahu di mana kekurangan kita, apa yang masih perlu diperbaiki, sehingga bisa menjadi bahan evaluasi ke depannya. Untuk itu, saya minta kesediaan dan keterbukaan seluruh warga agar bersedia didata dan memberikan data yang sebenar-benarnya. Ini demi kebaikan kita bersama,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, mahasiswa memaparkan gambaran umum rencana kegiatan yang akan dilakukan, meliputi observasi, wawancara, dan pengumpulan data lapangan terkait kondisi kesehatan masyarakat. Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi ringan dan ditutup dengan foto bersama.

Pelaksanaan PBL I ini tidak hanya menjadi wadah penerapan ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kepekaan sosial mahasiswa. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Asta Cita, terutama cita keempat yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan, dan partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan. Lebih dari itu, kegiatan ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, yang menempatkan kesehatan sebagai aspek utama kesejahteraan.

Melalui proses belajar langsung dari masyarakat, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami tantangan kesehatan secara nyata, tetapi juga membangun kepedulian, empati, dan keterampilan komunikasi yang akan menjadi bekal penting bagi mereka sebagai calon tenaga kesehatan masyarakat di masa depan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *