MAROS – Situasi memanas terjadi di lingkungan Pesantren Darul Istiqamah, Kabupaten Maros, Kamis (2/4/2026). Pihak manajemen pesantren yang diketuai oleh Inisial MFA dan MA dikabarkan menutup akses jalan umum secara sepihak tanpa alasan yang jelas, sehingga menghambat kelancaran persiapan acara pernikahan warga sekitar.
Akibat penutupan tersebut, mobil vendor yang membawa bahan dekorasi serta kendaraan keluarga pengantin tertahan di depan gerbang pesantren sejak siang hari. Padahal, acara pernikahan tersebut dijadwalkan akan digelar pada 5 April mendatang, sehingga persiapan harus segera dilakukan.
Salah satu pihak keluarga, Mukhlisah, selaku ibu dari pengantin, mengaku kecewa dan bingung atas tindakan tersebut. Menurutnya, tidak ada penjelasan rinci mengapa akses ditutup, padahal kendaraan yang lewat hanya membawa perlengkapan acara.
“Kami bingung, mobil hanya membawa bahan dekorasi tapi dilarang lewat. Padahal ini jalan umum yang sudah jelas statusnya,” ujarnya.
Diketahui, jalan yang ditutup tersebut merupakan akses jalan umum yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Pemerintah Kabupaten Maros. Meskipun statusnya jelas sebagai jalan umum, pihak pengelola pesantren tetap bersikeras memblokir akses tersebut.
Ketua panitia pernikahan yang juga kerabat dekat menyebutkan bahwa seluruh izin acara, termasuk izin keramaian dan pemberitahuan kepada pihak pesantren, sudah dilakukan. Bahkan, pihak panitia juga telah mengundang MFA dan MA selaku pengelola pesantren yang juga merupakan paman dari mempelai laki-laki.
“Saya berbicara sebagai ketua panitia walimah nikah cucu Pak Kiyai. Vendor-vendor acara yang akan memasang panggung dan flooring dilarang masuk dengan alasan yang tidak jelas. Padahal izin keramaian dan izin ke otoritas pesantren sudah kami lakukan. Sekaligus mengundang dengan hormat Bapak MFA dan MA ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, kendaraan yang tertahan masih belum bisa melintas. Pihak kepolisian dari Polres Maros disebutkan sudah dilibatkan untuk melakukan mediasi, namun hingga saat ini belum bisa membuka jalan yang diblokir tersebut.
Keluarga dan panitia berharap adanya penyelesaian segera agar persiapan acara pernikahan tidak terganggu, mengingat waktu pelaksanaan yang sudah semakin dekat.
















