Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Setara Institute : Kota Makassar Alami Lompatan Peringkat Nilai Toleransi Kota Berpenduduk Lebih 1 Juta

×

Setara Institute : Kota Makassar Alami Lompatan Peringkat Nilai Toleransi Kota Berpenduduk Lebih 1 Juta

Sebarkan artikel ini

Makassar,-Kota Makassar masuk dalam peringkat 10 besar kategori kota berpenduduk banyak yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam mendorong  kehidupan toleransi masyarakat melalui kebijakan dan tindakan nyata oleh pemerintah kota. 

Skoring peringkat 10 besar tersebut berdasarkan rilis data yang dikeluarkan oleh Setara Institute pada peluncuran Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 di Jakarta Rabu (22/4/2026).

Example 500x700

Sembilan kota lainnya yang berpenduduk 1 juta lebih adalah Semarang, Bekasi, Surabaya, Jakarta, Bandung, Bogor, Medan, Palembang dan Batam.

Ketua Badan Pengurus Setara Institute Ismail Hasani mengatakan sejak 2015, Setara Institute melakukan pengukuran praktik dan pemajuan toleransi di kota-kota melalui studi Indeks Kota Toleran (IKT). 

“Menurutnya studi IKT dimaksudkan untuk mempelajari praktik-praktik baik yang dilakukan oleh elemen-elemen kota, baik pemerintah maupun masyarakat, dalam hal toleransi, inklusif dan tata kebhinekaan kota”.

Objek kajian IKT dilakukan pada 98 kota di seluruh Indonesia, dan khusus untuk kategori kota dengan penduduk lebih 1 juta Kota Makassar mengalami peningkatan peringkat yang cukup besar, lompatan peringkatnya cukup tinggi, yang mana pada IKT 2024 berada pada peringkat 52, dan untuk tahun 2025 mengalami lompatan 43, berada pada peringkat 9.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Makassar Fathur Rahim mengemukakan bahwa lompatan progresivitas peringkat ini tidak hadir tiba-tiba, melainkan lahir dari tindakan nyata pemerintah daerah dan dukungan oleh stakeholder yang ada. 

Hal ini sekaligus melengkapi capaian prestasi yang didapatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar yang mendapatkan penghargaan Harmony Award 2025.

Capaian ini menjadi bukti memasuki tahun kedua Pemerintahan Kota Makassar dibawah kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham telah berhasil menjalankan visi programnya Makassar sebagai kota inklusif dalam membangun harmoni sosial.

Beberapa program nyata yang dilakukan untuk memperkuat kehidupan toleransi, kerukunan dan harmoni sosial diantaranya pemerintah kota memfasilitasi perayaan hari-hari besar setiap agama, memberikan bantuan dana hibah kepada organisasi-organisasi keagamaan,  memperkuat posisi FKUB sebagai garda terdepan membangun kerukunan antar umat beragama.

Kemudian bersama Kementerian agama Kota Makassar pada bulan Maret lalu menetapkan 10 Kelurahan Sadar Kerukunan sebagai wilayah percontohan.

Ketua FKUB Kota Makassar Prof. Arifuddin Ahmad mengapresiasi capaian ini, membuktikan bahwa kolaborasi kepemimpinan politik, kepemimpinan birokrasi dan kepemimpinan sosial kemasyarakatan semakin kuat sehingga membuahkan hasil dalam memajukan toleransi dalam  masyarakat.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *