Makassar — KAMMI Makassar melalui Pengurus Daerah menyelenggarakan kegiatan Sekolah Kepemimpinan Profetik pada 2–3 Mei 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Rapat DPD RI Perwakilan Sulawesi Selatan dengan mengusung tema “Revitalisasi Kepemimpinan Profetik: Dari Nilai Kenabian Menuju Transformasi Sosial.”
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemateri dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, praktisi, hingga aktivis. Di antaranya H. Abdul Qohar Zainal, Lc., M.Ed., Ph.D, La Sabruddin La Suci, S.T, Dr. Asrullah, S.H., M.H, Ziaul Haq Nawawi, S.Pi., M.Si, Junaedi, S.E., M.E, serta Saifullah Mubarak, S.H. Para pemateri memberikan pemaparan yang komprehensif terkait konsep kepemimpinan profetik serta relevansinya dalam menjawab tantangan sosial saat ini.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan berupa pemaparan materi, diskusi interaktif, serta sesi refleksi kepemimpinan. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada internalisasi nilai-nilai kenabian seperti kejujuran (shiddiq), amanah, tabligh, dan fathanah sebagai fondasi utama dalam membangun karakter pemimpin.
Ketua Umum KAMMI Makassar dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kualitas kepemimpinan generasi muda. “Sekolah Kepemimpinan Profetik ini bukan hanya ruang belajar, tetapi juga proses pembentukan karakter. Kami ingin melahirkan pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan memiliki keberpihakan kepada umat,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan pertukaran gagasan selama kegiatan berlangsung. Forum ini juga menjadi ruang kolaboratif bagi peserta untuk merumuskan peran strategis pemuda dalam mendorong perubahan sosial di tengah masyarakat.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, KAMMI Makassar berharap dapat melahirkan generasi pemimpin muda yang berintegritas, visioner, dan memiliki kepedulian sosial tinggi, serta mampu berkontribusi dalam mendorong transformasi sosial yang lebih baik di masa depan.
















