PANGKEP – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Tamsil Linrung, melaksanakan kegiatan reses di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) dengan fokus utama menyerap aspirasi masyarakat seputar penanganan kemiskinan dan percepatan pembangunan infrastruktur. Kegiatan berlangsung di Aula Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pangkep, Kelurahan Minasatene, Kecamatan Minasatene, Rabu (29/4/2026), dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan perangkat daerah setempat.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Asisten I Pemerintah Kabupaten Pangkep, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan), serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pangkep. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran informasi antara wakil rakyat dari tingkat pusat dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk merumuskan langkah-langkah solutif atas berbagai permasalahan yang dihadapi daerah.
Dalam pemaparannya, Tamsil Linrung menyampaikan bahwa data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka kemiskinan di Pangkep masih cukup tinggi. Berdasarkan hasil serapan aspirasi yang dilakukan, tingginya angka tersebut tidak semata dipicu oleh rendahnya tingkat pendapatan masyarakat, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya kualitas tempat tinggal yang belum memenuhi standar kelayakan.
“Konsentrasi saya hari ini adalah membahas persoalan kemiskinan yang angkanya cukup tinggi di sini. Dari hasil pengecekan dan masukan masyarakat, ternyata penyebabnya bukan hanya karena penghasilan yang kurang, tetapi banyak rumah warga yang masuk kriteria tidak layak huni, misalnya dindingnya masih terbuat dari seng dan belum memenuhi standar kesehatan maupun keamanan,” ungkap Tamsil Linrung.
Lebih lanjut, politisi asal Sulawesi Selatan itu menyoroti bahwa wilayah kepulauan di Pangkep menjadi salah satu penyumbang angka kemiskinan tertinggi. Kondisi ini terjadi akibat keterbatasan akses transportasi dan pembangunan infrastruktur yang belum merata, sehingga menghambat akses masyarakat terhadap berbagai fasilitas publik dan peluang ekonomi.
“Wilayah kepulauan sering kali menjadi perhatian utama karena memang di sana tingkat kemiskinannya masih tinggi. Hal ini tidak lepas dari keterbatasan akses jalan, air bersih, listrik, serta fasilitas pendukung lainnya yang belum tersedia dengan baik, sehingga mempersulit masyarakat untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan taraf hidupnya,” jelasnya.
Dalam agenda reses kali ini, Tamsil Linrung memfokuskan perhatiannya pada dua sektor strategis, yaitu perikanan yang menjadi andalan ekonomi daerah dan sektor permukiman yang erat kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat. Ia menyatakan bahwa hasil pembahasan dan usulan dari pemerintah daerah serta masyarakat akan segera dibawa untuk dibahas bersama komisi terkait di lembaga legislatif dan pemerintah pusat, termasuk kementerian teknis yang berwenang.
“Hari ini kami melakukan pertemuan di beberapa titik, mulai dari wilayah sentra perikanan hingga ke kantor dinas untuk membahas masalah permukiman. Langkah ini kami lakukan agar penyerapan aspirasi berjalan lebih efektif dan komprehensif. Semua masukan ini akan kami bawa ke tingkat pusat untuk dibahas dan dicarikan solusi pendanaan maupun kebijakannya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pangkep, Andi Irwan, menyambut baik kunjungan kerja tersebut. Menurutnya, kehadiran Tamsil Linrung menjadi kesempatan emas bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan yang menjadi prioritas, baik yang berkaitan dengan penataan ruang daerah maupun perbaikan infrastruktur dasar.
“Alhamdulillah, kehadiran Bapak Tamsil Linrung memberikan ruang bagi kami untuk menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan yang mendesak di Kabupaten Pangkep. Mulai dari penataan tata ruang yang sesuai dengan perkembangan zaman hingga perbaikan infrastruktur yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah,” katanya.
Andi Irwan menambahkan, pemerintah daerah telah menyusun dan mengusulkan sejumlah program prioritas yang diharapkan dapat mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat. Usulan tersebut meliputi pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi pertanian, perbaikan jalan rusak, serta program perumahan layak huni sebagai upaya utama menekan angka kemiskinan ekstrem di daerah.
“Kami telah mengusulkan sejumlah program, di antaranya perbaikan irigasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, perbaikan akses jalan yang menghubungkan daerah sentra produksi, serta program penanganan kemiskinan ekstrem melalui pembangunan rumah layak huni. Kami menyampaikan apresiasi karena usulan kami mendapat tanggapan yang positif, dan kami berharap semuanya dapat segera ditindaklanjuti,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan harapan besar agar pemerintah pusat dapat memberikan bantuan untuk perbaikan sekitar 8.000 unit rumah tidak layak huni yang masih tersebar di berbagai wilayah Pangkep. Program ini dinilai sangat strategis untuk mendorong penurunan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Harapan utama kami adalah agar Kabupaten Pangkep dapat keluar dari kelompok daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi. Salah satu langkah nyatanya adalah memperbaiki ribuan rumah yang belum layak huni ini. Kami sangat berharap Bapak Tamsil Linrung dapat membantu memperjuangkan pendanaan program ini di tingkat pusat,” ujarnya.
Di sisi lain, Andi Irwan memastikan bahwa perbaikan infrastruktur jalan yang menjadi keluhan masyarakat, khususnya di wilayah Kota Pangkajene, akan segera direalisasikan. Saat ini, proses perencanaan pembangunan telah memasuki tahap akhir, dan pelaksanaan fisiknya dijadwalkan akan dimulai pada bulan mendatang.
“Saat ini proses perencanaan sudah hampir selesai, dan kami menargetkan pelaksanaannya akan segera dimulai bulan depan, terutama untuk ruas-ruas jalan yang kondisinya sudah sangat rusak dan mengganggu aktivitas masyarakat. Kami memohon kesabaran warga karena setiap pembangunan harus melalui tahapan administrasi yang ketat, mulai dari perencanaan hingga proses lelang, agar hasilnya sesuai dengan standar yang ditetapkan,” pungkasnya.
















