Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Uncategorized

MUI Sulsel Sorot Kelangkaan BBM: “Saatnya Bersabar, Tapi Pemerintah Harus Segera Bertindak”

×

MUI Sulsel Sorot Kelangkaan BBM: “Saatnya Bersabar, Tapi Pemerintah Harus Segera Bertindak”

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR,– Wakil Ketua Umum (Waketum) MUI Sulawesi Selatan, Prof. Dr. KH. Muammar Bakry, Lc., M.Ag., menanggapi kondisi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Sulawesi Selatan.

Hal tersebut disampaikan Prof. Muammar Bakry di Makassar, Ahad, 13 September 2026. Ia mengajak masyarakat menghadapi kondisi tersebut dengan dua sikap penting, yakni bersyukur dan bersabar.

Example 500x700

“Dalam hidup kita ini memang ada dua yang perlu kita lakukan. Pertama syukur, yang kedua bersabar,” ujar Prof. Muammar.

Menurutnya, rasa syukur perlu dibangun atas berbagai nikmat yang selama ini diberikan Allah SWT, termasuk kemudahan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ia menilai, kelancaran berbagai kebutuhan yang selama ini dianggap biasa seharusnya tetap menjadi sesuatu yang disyukuri.

“Seharusnya sebagai wujud kelancaran itu kita apresiasi dengan bersyukur kepada Allah dan tentu berterima kasih,” katanya.

Namun, ketika kondisi berubah dan masyarakat menghadapi persoalan kelangkaan BBM serta antrean yang panjang, Prof. Muammar mengingatkan pentingnya kesabaran.

Menurutnya, sabar bukan berarti masyarakat hanya diam menerima keadaan. Kesabaran harus ditempatkan secara proporsional dengan tetap menyampaikan aspirasi dan memberikan dukungan kepada pihak yang memiliki kewenangan.

“Maka ketika kondisi BBM ini bermasalah, terjadi kemacetan yang luar biasa, maka kita dituntut untuk bersabar,” jelasnya.

Ia menegaskan, kesabaran masyarakat juga harus diiringi dengan langkah konkret dari pemerintah dan seluruh pihak terkait.

“Tapi sabar yang dimaksud adalah sesuai porsi. Kalau sabarnya rakyat, tentu kita memberi dukungan kepada semua pihak yang berwenang untuk segera memperbaiki kondisi kelangkaan BBM ini,” tegasnya.

Prof. Muammar berharap persoalan tersebut segera mendapatkan solusi agar aktivitas masyarakat di Sulsel tidak terus terganggu.

Baginya, masyarakat memiliki kewajiban untuk bersabar, sementara pemerintah dan pihak terkait memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat kembali terpenuhi secara normal.

Sebelumnya kelangkaan dan antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) di beberapa daerah di Sulawesi Selatan,mulai memuncak dan dikeluhkan warga secara luas pada awal September 2026 (sekitar tanggal 9–13 September 2026).

Irfan Suba Raya

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *