MAKASSAR — Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., M.Sc.PH, Ph.D. memaparkan visi strategisnya: menjadikan Pascasarjana Unhas sebagai etalase utama universitas — ruang pamer keunggulan intelektual, kualitas riset berstandar global, serta gagasan pemecah masalah bangsa yang menjulang di tingkat internasional.
Visi tersebut disampaikan secara utuh saat Prof. Sukri memberikan sambutan resmi pada acara Penerimaan Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor Sekolah Pascasarjana Unhas Tahun Akademik 2026, yang berlangsung di kampus Unhas Makassar, Jumat (14/8/2026).
Dalam sambutannya, Prof. Sukri menyambut seluruh mahasiswa baru di kampus merah Unhas — yang disebutnya sebagai panggung para petarung pemikiran dan ruang bertumbuhnya gagasan-gagasan besar.
“Kehadiran mahasiswa baru di sini bukan sekadar menandai dimulainya babak baru perjalanan akademik, melainkan sebuah komitmen mendalam untuk menjadi bagian dari penggerak perubahan.”
Prof. Sukri menegaskan, Pascasarjana Unhas dirancang bukan hanya sebagai sarana menuntut ilmu akademik, melainkan cermin integritas, inovasi, dan kepemimpinan. Di sinilah hasil-hasil riset terbaik diproduksi, gagasan interdisipliner dialektis dikembangkan, dan solusi atas permasalahan masyarakat dirumuskan.
“Pascasarjana Universitas Hasanuddin dirancang untuk menjadi etalase Unhas — sebuah ruang pamer utama yang memperlihatkan kedalaman intelektual, kualitas riset berstandar global, serta keunggulan pemikiran yang siap menjawab berbagai tantangan zaman.”
Prof. Sukri menguraikan landasan pemikirannya: reputasi sebuah universitas di mata dunia tidak diukur dari jumlah mahasiswa program sarjana semata, melainkan dari kualitas riset, publikasi internasional, dan inovasi yang lahir dari program pascasarjananya.
“Di jenjang inilah puncak piramida pendidikan tinggi berada. Di sinilah konsentrasi guru besar, doktor, dan peneliti senior bertemu dengan mahasiswa terbaik untuk menghasilkan karya ilmiah yang paling matang, paling dalam, dan paling berdampak.”
Setiap tesis dan disertasi yang disusun mahasiswa kelak menjadi etalase yang dipajang di hadapan dunia akademik global — bukti nyata sejauh mana Unhas mampu bersaing dan memberi kontribusi bagi peradaban.
“Mahasiswa adalah etalase hidup Unhas: refleksi dari keunggulan akademik yang tidak hanya bertumpu pada teori di dalam kelas, tetapi juga berdampak nyata bagi kemajuan daerah, nasional, dan reputasi internasional.”
Empat Pilar Strategi Mewujudkan Etalase Unhas
Untuk menerjemahkan visi besar tersebut menjadi langkah konkret, Dekan Pascasarjana Unhas memaparkan empat pilar strategi utama:
1. Riset unggulan berorientasi solusi nyata — setiap penelitian harus menjawab persoalan bangsa dan dipublikasikan di jurnal bereputasi dan terindeks global.
2. Kolaborasi lintas disiplin dan kemitraan internasional — bekerja sama dengan universitas serta lembaga riset luar negeri untuk memperluas jejaring keilmuan sekaligus mengangkat nama Unhas di panggung dunia.
3. Tata kelola akademik yang berintegritas, transparan, dan akuntabel — guna menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas lulusan pascasarjana.
4. Hilirisasi hasil penelitian — memastikan ilmu yang dikembangkan di ruang kelas dan laboratorium benar-benar sampai dan bermanfaat bagi masyarakat, daerah, hingga kebijakan nasional.
Pergeseran Paradigma: Mahasiswa Sebagai Produsen Ilmu
Kepada mahasiswa baru, Prof. Sukri menyampaikan pesan penting terkait perubahan pola pikir yang mutlak dilakukan saat memasuki jenjang pascasarjana.
“Memasuki jenjang pascasarjana menuntut pergeseran paradigma, dari sekadar konsumen pengetahuan menjadi produsen ilmu pengetahuan.”
Ia mengajak seluruh sivitas akademika dan mahasiswa baru memanfaatkan seluruh ekosistem akademik Unhas secara optimal — menjadikan iklim akademik sebagai ruang untuk menguji gagasan, membangun kolaborasi lintas disiplin, serta melahirkan karya-karya bermutu tinggi yang mampu bersaing di tingkat global namun tetap berakar pada kearifan lokal.
Mengakhiri sambutannya, Prof. Sukri kembali menegaskan komitmennya untuk membawa Pascasarjana Unhas menjadi etalase kebanggaan seluruh warga kampus.
“Akhir kata, mari kita jadikan Sekolah Pascasarjana ini sebagai etalase terdepan Unhas yang membanggakan, inklusif, dan sarat prestasi. Selamat berkarya, selamat meneliti, dan selamat mengukir jejak dedikasi terbaik Saudara bagi bangsa dan kemanusiaan.”
















