Sidenreng Rappang, 15 Juli 2026 – Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM UNHAS) yang melaksanakan kegiatan Praktik-Belajar Lapangan (PBL) 1 di Desa Teppo, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang, telah memaparkan hasil identifikasi dan penetapan prioritas masalah kesehatan masyarakat setempat. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Desa Teppo, Rabu (15/7/2026), dan ditutup secara resmi oleh Kepala Desa Teppo, H. Sukarta Sabbang, BA.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan PBL 1 yang berlangsung selama kurang lebih dua minggu. Selama di lokasi, mahasiswa melakukan pengumpulan data secara mendalam melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif langsung di tengah masyarakat. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara cermat untuk menentukan prioritas permasalahan kesehatan yang menjadi fokus utama penanganan.
Dalam pemaparannya, mahasiswa mengungkapkan empat isu utama yang menjadi prioritas di Desa Teppo, yaitu pengelolaan sampah yang belum optimal, tingginya angka kejadian diare, tingginya konsumsi makanan manis dan berlemak, serta masih maraknya perilaku merokok di dalam rumah. Permasalahan tersebut dinilai tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan individu, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas kesehatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Hasil temuan ini juga dikaitkan langsung dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin ke-3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera, poin ke-6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, serta poin ke-12 terkait Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Pengelolaan sampah yang baik berkontribusi menciptakan lingkungan yang sehat, sementara pengendalian pola konsumsi dan perubahan perilaku hidup sehat menjadi langkah penting untuk mencegah penyakit tidak menular maupun penyakit berbasis lingkungan seperti diare.
Melalui kegiatan ini, hasil pemaparan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dan rujukan resmi bagi pemerintah desa serta pemangku kepentingan terkait dalam merancang program intervensi kesehatan yang lebih tepat sasaran dan efektif. Selain itu, rekomendasi berbasis data yang disusun mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Desa Teppo.
Sebagai tindak lanjut berkelanjutan, mahasiswa FKM UNHAS direncanakan akan kembali ke Desa Teppo untuk melaksanakan kegiatan PBL 2 dan PBL 3. Pada tahap selanjutnya tersebut, mahasiswa akan menerapkan berbagai solusi dan intervensi yang disusun berdasarkan hasil analisis data ini, guna memberikan perubahan yang nyata, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi warga desa.
Kegiatan pemaparan hasil ini berlangsung secara interaktif dan hangat, diikuti diskusi yang aktif antara mahasiswa, aparat desa, dan perwakilan masyarakat. Antusiasme yang tinggi menunjukkan adanya komitmen bersama yang kuat untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan yang ada di Desa Teppo.
















