**MAROS —* Pengurus Idarah Wustha Jam’iyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (JATMAN) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan silaturahim dalam rangka mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkokoh hubungan antarmasyayikh, muqaddam, khalifah, serta ikhwan dan akhwat thariqah di Sulawesi Selatan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada *Sabtu, 8 Agustus 2026. mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai, bertempat di kediaman AG Syekh Sayyid Hasanuddin Assegaf Puang Tunru* Jalan Bambu Runcing Lorong 2, samping Masjid Al-Manar, Kelurahan Pettuadae, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros.
Silaturahim ini menjadi momentum penting bagi jajaran JATMAN Sulawesi Selatan untuk memperkuat kebersamaan, membangun komunikasi antarpengamal thariqah, serta menjaga kesinambungan tradisi keilmuan dan spiritualitas thariqah di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri *Mudir Idarah Wustha JATMAN Sulawesi Selatan Prof. Dr. KH. Abd. Kadir Ahmad, MS., APU, Dr. Hj. Nurfadhillah Mappaselleng, S.H., M.H., Ph.D.**, **Rois JATMAN Sulawesi Selatan Dr. KH. Muhaemin Badaruddin, M.Ag.**, **Dr. H. Badaruddin Kaddas, M.Ag.**, **Syekh H. Nasran, S.Ag., M.M. (Puang Mone)**, **Hj. Rosmala Arifin serta sejumlah masyayikh, muqaddam, khalifah dan ikhwan-akhwat thariqah lainnya.
Suasana kegiatan berlangsung dalam nuansa kekeluargaan dan penuh keakraban. Para peserta saling bersilaturahim, bertukar pandangan, serta memperkuat komitmen untuk menjaga ukhuwah Islamiyah dan mengembangkan kehidupan keagamaan yang berlandaskan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan *ziarah ke makam para mursyid Thariqah Khalwatiyah Yusuf Maros . Ziarah tersebut dilaksanakan bersama jajaran Pengurus JATMAN Syu’biyah Maros*.
Ziarah menjadi bagian penting dari rangkaian silaturahim tersebut sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama dan mursyid yang telah berjasa dalam menyebarkan serta menjaga ajaran thariqah di Sulawesi Selatan.
Melalui kegiatan ini, JATMAN Sulawesi Selatan diharapkan semakin mampu memperkuat jaringan silaturahim antarpengamal thariqah, menjaga warisan spiritual para masyayikh, sekaligus berkontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berakhlak mulia.
Kegiatan silaturahim dan ziarah tersebut juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat *ukhuwah, mahabbah, dan khidmah* dalam menjaga keberlangsungan tradisi thariqah di Sulawesi Selatan.
















