MAKASSAR — Rangkaian kegiatan Workshop Proses Desain memasuki hari kedua di Aula Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM), Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kuliah tamu yang digelar sehari sebelumnya, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan hari kedua terbagi dalam dua sesi utama. Sesi pertama diawali dengan pemaparan materi singkat dari Prof. Alice Sabrina Ismail, dosen Arsitektur dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM). Setelah menerima materi, mahasiswa langsung melanjutkan pengerjaan tugas perancangan secara mandiri maupun berkelompok, dengan studi kasus kawasan Jalan Pendidikan di area Kampus UNM.
Kawasan Jalan Pendidikan dipilih karena memiliki dinamika ruang publik kampus yang kompleks — mulai dari tingginya sirkulasi kendaraan, kebutuhan area pejalan kaki yang ramah, hingga integrasi dengan fasilitas akademik di sekitarnya. Mahasiswa ditantang merumuskan solusi desain yang adaptif, berkelanjutan, serta mampu menghidupkan kembali fungsi koridor kawasan tersebut.
Memasuki sesi kedua, para mahasiswa melakukan presentasi kemajuan pengerjaan desain. Setiap kelompok memaparkan hasil analisis tapak, gagasan konsep ruang, hingga draf awal perancangan kawasan yang telah dikembangkan.
Prof. Alice Sabrina Ismail memberikan umpan balik secara langsung dan konstruktif terhadap setiap karya yang dipresentasikan. Masukan tersebut membantu mahasiswa mempertajam analisis keruangan, merespons potensi kawasan secara cermat, serta menyempurnakan rancangan sesuai alur desain profesional.
Ketua Program Studi Arsitektur UNM menyambut positif kegiatan ini, menilai keterlibatan pakar dari UTM menjadi momentum penting untuk meningkatkan standar akademik dan wawasan global mahasiswa. Kolaborasi lintas kampus ini diharapkan membuka ruang diskusi kritis mengenai metodologi perancangan arsitektur modern yang relevan dengan kebutuhan kawasan perkotaan.
Workshop ini nantinya akan ditutup dengan finalisasi karya dan pameran draf hasil perancangan. Program Studi berharap luaran kegiatan ini tidak hanya menjadi tugas akademik, tetapi dapat tumbuh menjadi rekomendasi gagasan desain yang bermanfaat bagi pengembangan tata ruang lingkungan kampus UNM ke depan.
















