MAKASSAR, 7 Februari 2026 – Brigade Muslim Indonesia (BMI) melalui Ketuanya, Muhammad Zulkifli, ST, MM, menyampaikan masukan teknis terkait pencanangan program gentinasasi oleh Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan agar seluruh rumah di Indonesia menggunakan genteng. Dalam masukan tersebut, BMI menyatakan dukungan jika menggunakan atap spandek dengan model genteng, namun mengingatkan akan berbagai tantangan jika menggunakan genteng beton.
Sebagai alumni teknik, Muhammad Zulkifli menjelaskan bahwa genteng beton memiliki beban struktural yang sangat berat, sehingga memerlukan rangka atap yang kuat dan kokoh. “Genteng beton beratnya berpuluh-puluh kali lipat dari atap spandek, sehingga harus menggunakan rangka baja berat atau kayu klas 1 yang kini mulai langka di lingkungan kita,” ujarnya.
Selain bobot yang berat, biaya untuk material dan pemasangan genteng beton juga jauh lebih mahal. Proses pemasangannya pun tergolong rumit, karena memerlukan rangka kuda-kuda utama, gording, kaso, karet alas, dan reng yang semuanya menggunakan material berkualitas tinggi dengan biaya yang tidak sedikit.
Zulkifli juga menyoroti masalah kebocoran yang kerap terjadi pada genteng beton. “Kalau genteng beton, tingkat kebocorannya tinggi, sementara atap spandek dengan pemasangan yang benar memiliki resiko yang sangat kecil,” jelasnya.
Sebagai alternatif, BMI mengusulkan penggunaan atap spandek dengan model yang dirancang menyerupai genteng. Menurutnya, atap spandek memiliki berbagai keunggulan, antara lain: Memerlukan rangka baja ringan yang harganya lebih terjangkau dan mudah ditemukan, Kualitas produk beragam sesuai kemampuan masyarakat, Proses pemasangan lebih sederhana dan cepat , Risiko korosi dapat diatasi dengan produk berkualitas yang memiliki umur pakai panjang dan Masalah panas dapat diatasi dengan pemasangan plafon di dalam rumah
BMI berharap masukan teknis ini dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan program gentinasasi. Tujuan utama adalah agar kebijakan yang diterapkan tidak hanya memenuhi tujuan pencanangan, tetapi juga tidak memberatkan rakyat dan dapat mendukung kelangsungan industri lokal yang bergerak di bidang rangka baja ringan dan atap spandek.
“Kami berharap apa yang kami sampaikan bisa menjadi masukan kepada Bapak Presiden sehingga para pengusaha rangka baja ringan dan atap spandek tetap bisa bertahan, sekaligus memberikan solusi yang nyaman dan terjangkau bagi masyarakat,” pungkas Zulkifli.
















