Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

GAM Kritik Terhadap Program PMT di Sulawesi Selatan: Dinilai Tidak Sesuai Standar Gizi Pencegahan Stunting

93
×

GAM Kritik Terhadap Program PMT di Sulawesi Selatan: Dinilai Tidak Sesuai Standar Gizi Pencegahan Stunting

Sebarkan artikel ini

Makassar, 15 Agustus 2025 – Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kesehatan, sebagai upaya pencegahan stunting, menuai kritik dari berbagai pihak. La Ode Ikra Pratama, yang dikenal dengan sapaan Banggulung, seorang tokoh masyarakat, menyampaikan kekhawatiran terkait efektivitas program tersebut.

Banggulung menyoroti temuan menu PMT yang dianggap tidak memenuhi standar gizi yang diperlukan untuk pencegahan stunting. Contohnya, temuan di salah satu desa di Kabupaten Bulukumba menunjukkan adanya menu berupa mi instan, telur, dan semangka.

Example 500x700

“Menu PMT yang dijalankan saat ini tidak sesuai dengan standar pemenuhan gizi untuk pencegahan stunting. Menu tersebut jauh dari daftar menu yang telah dicanangkan saat peluncuran Program ASS (Aksi Stop Stunting),” ujarnya pada [Tanggal Kejadian].

Program ASS (Aksi Stop Stunting) sendiri merupakan program lanjutan dari inisiatif sebelumnya oleh Dinas Kesehatan Pemprov Sulsel, dengan alokasi anggaran yang signifikan untuk setiap kabupaten/kota sesuai dengan lokus yang telah ditentukan.

Menanggapi hal ini, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan komitmennya untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki pelaksanaan program PMT. Mereka menekankan bahwa program ini adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk menurunkan angka stunting di Sulawesi Selatan, yang menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025.

“Kami terus berupaya untuk memastikan bahwa setiap program yang dijalankan sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan dan memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat, khususnya balita dan ibu hamil,” ujar perwakilan Dinas Kesehatan.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan penurunan prevalensi stunting menjadi 23,9 persen pada tahun 2025 dan 6,1 persen pada tahun 2045. Untuk mencapai target ini, berbagai intervensi gizi dilakukan, termasuk pemberian makanan tambahan lokal untuk balita dan ibu hamil, pemberian multivitamin, serta tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga mendukung penyusunan strategi Komunikasi Perubahan Perilaku (KPP) sebagai instrumen perencanaan yang konkret untuk menurunkan angka stunting.

Diharapkan, dengan evaluasi yang berkelanjutan dan perbaikan yang tepat, program PMT dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya pencegahan stunting di Sulawesi Selatan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *