
Oleh: Dr. Ismail Rasulong (Akademisi Unismuh Makassar)
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.
Dalam satu tahun terakhir, keluarga besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar kehilangan enam orang dosen.
Muh. Asdi, SE., MM.
Dr. Rustan, SE., M.Si., Ak.
Dr. H. Ansyarif Khalid, SE., M.Si., Ak.
Dr. Samsul Rizal, SE., MM.
Dr. Ramly, SE., M.Si., Ak.
Dr. H. Mahmud Nuhung, SE., MA.
Enam nama. Enam kehidupan. Enam perjalanan pengabdian yang telah selesai.
Ketika satu orang pergi, kita berduka. Ketika kepergian itu datang satu demi satu dalam waktu yang begitu dekat, rasanya Allah sedang mengajak kita bukan hanya berduka, tetapi juga bermuhasabah.
Mereka dahulu seperti kita. Datang ke kampus. Mengajar. Membimbing mahasiswa. Menghadiri rapat. Mengejar berbagai urusan akademik. Membicarakan masa depan fakultas. Bercanda di sela kesibukan. Sesekali berbeda pendapat, mungkin juga pernah kecewa dan mengecewakan.
Mereka memiliki rencana untuk esok. Tetapi ternyata, ada satu hari ketika seseorang meninggalkan kampus dan tidak pernah kembali lagi.
Mejanya masih ada. Kursinya masih ada. Namanya masih kita kenal. Foto-fotonya masih tersimpan. Tetapi orangnya telah pulang.
Di situlah kematian memberikan pelajaran yang tidak pernah mampu diberikan oleh ruang kuliah mana pun: “bahwa kita sebenarnya tidak sedang berjalan menuju masa tua. Kita sedang berjalan menuju kepulangan, kita sedang meniti Ilaihi Raji’un.”
Tidak semua yang pergi sempat menjadi tua. Tidak semua rencana diberi kesempatan untuk selesai. Lalu apa yang sebenarnya sedang kita kejar?
Jabatan? , Pada waktunya akan diserahkan kepada orang lain.
Gelar? , Akan berhenti tertulis di belakang nama yang suatu hari juga disebut sebagai almarhum.
Ruang kerja? , Akan ditempati orang lain.
Popularitas dan penghargaan? , Perlahan akan menjadi arsip dan kenangan.
Yang benar-benar ikut bersama kita hanyalah apa yang pernah kita lakukan dengan semua itu.
Berapa orang yang pernah kita bantu?
Berapa mahasiswa yang hidupnya menjadi lebih baik karena ilmu kita?
Berapa orang yang pernah kita kuatkan ketika ia hampir menyerah?
Berapa pintu yang pernah kita bukakan untuk orang lain?
Dan pertanyaan yang mungkin lebih berat: Jika hari ini ternyata giliran kita, sudah siapkah kita?
Mungkin karena itulah enam kepergian ini seharusnya mengubah cara kita memandang orang-orang yang masih duduk bersama kita hari ini.
Jika masih ada salah, maafkanlah. Jika masih ada yang belum disapa, sapalah. Jika ada teman yang sedang kesulitan, dekatilah. Jika kita mempunyai kesempatan membantu seseorang, bantulah. Jika memiliki ilmu, bagikanlah. Jika memiliki jabatan, gunakanlah untuk memudahkan orang lain.
Jangan menunggu kehilangan untuk menyadari betapa berharganya seseorang. Sebab orang yang hari ini duduk bersama kita dalam sebuah rapat, bercanda di ruang dosen dan di teras, atau minum kopi bersama di dapur lantai 7, boleh jadi suatu hari akan menjadi nama yang kita sebut dengan suara bergetar: “Dulu beliau bersama kami di fakultas ini.”
Enam saudara dan guru kita telah menyelesaikan bagiannya. Sekarang mereka tidak lagi membutuhkan gelar, jabatan, ruang kerja, ataupun penghargaan kita. Mereka membutuhkan doa.
Sedangkan kita yang masih tinggal membutuhkan sesuatu yang mungkin jauh lebih penting, yaitu KESADARAN . Kesadaran bahwa waktu kita juga sedang berkurang. Kesadaran bahwa suatu hari kursi kita pun akan kosong. Kesadaran bahwa kita tidak tahu siapa di antara kita yang akan dipanggil berikutnya.
Ya Allah, ampuni enam saudara dan guru kami yang telah mendahului. Terimalah ilmu, pengabdian, dan seluruh kebaikan mereka sebagai amal yang terus mengalir.
Dan untuk kami yang masih Engkau beri waktu, jangan biarkan kematian sahabat-sahabat kami berlalu hanya sebagai berita duka.
Jadikan ia teguran.
Jadikan ia pelajaran.
Jadikan ia jalan untuk memperbaiki hidup sebelum tiba saatnya kami pun dipanggil pulang.
Sebab pada akhirnya, mereka bukan hanya orang-orang yang telah pergi. Mereka sedang mengingatkan kita yang masih tinggal bahwa giliran itu pasti datang.
Salamakki, Mabbarakka, Saling Menguatkan.(*)















