Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

UNM Dampingi Revitalisasi 17 SLB Di Sulsel dan Sulbar

×

UNM Dampingi Revitalisasi 17 SLB Di Sulsel dan Sulbar

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR — Universitas Negeri Makassar (UNM) terus memperkuat perannya dalam mendukung peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus melalui pendampingan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Program pendampingan ini dilaksanakan melalui skema swakelola berdasarkan kerja sama antara Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Universitas Negeri Makassar.

Example 500x700

Dalam pelaksanaannya, UNM memberikan pendampingan teknis, pemantauan kemajuan pekerjaan, peninjauan dokumen perencanaan, verifikasi pelaksanaan fisik, hingga pemberian rekomendasi terhadap berbagai kendala yang ditemukan di lapangan. Secara pertanggungjawaban administratif, tim menyusun Laporan Periodik setiap bulan, mencakup tahapan dari awal pekerjaan hingga selesai.

Secara keseluruhan, terdapat 17 satuan pendidikan SLB yang menjadi sasaran pendampingan. Sebanyak empat lokasi berada di Sulawesi Barat, meliputi Kabupaten Majene, Polewali Mandar, Kota Mamuju, dan Tobadak. Sementara 13 lokasi lainnya tersebar di Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Tanah Toraja, Toraja Utara, Enrekang, Palopo, Wajo, Soppeng, Sinjai, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Takalar, serta Kota Makassar.

Hingga Agustus 2026, rata-rata progres pelaksanaan fisik telah mencapai sekitar 60 persen dari keseluruhan pekerjaan yang sedang berjalan.

Pendampingan UNM tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan dokumen perencanaan, pelaksanaan, administrasi, dan pelaporan berjalan sesuai ketentuan. Tim melakukan koordinasi berkelanjutan bersama fasilitator, pihak sekolah, Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), sekaligus memberikan rekomendasi teknis dan administratif sesuai permasalahan di masing-masing lokasi.

Pendekatan yang diambil antara lain meningkatkan kapasitas tim teknis dan pengelola sekolah melalui pendampingan intensif serta pelatihan teknis sederhana, mencakup pemahaman dokumen perencanaan, penyusunan laporan kemajuan, pengelolaan kegiatan swakelola, hingga administrasi keuangan. Tim juga merekomendasikan agar setiap sekolah melakukan verifikasi ulang antara rencana dan kondisi di lapangan sebelum pekerjaan fisik dimulai, guna meminimalkan perbedaan antara dokumen dan kenyataan di lokasi.

Selain kunjungan langsung, koordinasi juga dilakukan secara berkala melalui pertemuan daring dan komunikasi digital agar permasalahan dapat segera diidentifikasi dan dicarikan solusinya secara kolaboratif.

Koordinator Tim Pelaksana Swakelola UNM, Prof. Dr. Drs. Taufiq Natsir, M.Pd., bertanggung jawab mengoordinasikan seluruh kegiatan, termasuk supervisi, validasi laporan, serta pengendalian proses pendampingan. Melalui program ini, UNM tidak hanya menjalankan fungsi pemantauan, melainkan juga berperan sebagai mitra strategis agar revitalisasi berjalan sesuai rencana, ketentuan teknis, dan prinsip akuntabilitas.

Ke depan, UNM akan memperkuat fungsi fasilitasi melalui peningkatan intensitas pendampingan teknis, pembinaan administrasi, dan pemantauan di lapangan. Langkah ini diharapkan mewujudkan sarana dan prasarana SLB yang layak, aman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik berkebutuhan khusus.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *