Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Setelah 40 Tahun Mengabdi, Sekda Jufri Rahman Purnabakti: Integritas Modal Utama Saya

×

Setelah 40 Tahun Mengabdi, Sekda Jufri Rahman Purnabakti: Integritas Modal Utama Saya

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, segera memasuki masa purnabakti sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Di penghujung pengabdiannya yang menempuh perjalanan empat dekade, ia meninggalkan pesan mendalam kepada jajaran legislatif dan pemda: integritas adalah pegangan paling berharga dalam menjalankan amanah.

Pesan tersebut disampaikan Jufri saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sulsel di Ruang Rapat Kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, Senin (28/9/2026). Rapat dipimpin Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi bersama para Wakil Ketua, serta dihadiri anggota DPRD dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel.

Example 500x700

Agenda resmi rapat membahas pandangan umum fraksi terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda). Pertama, Ranperda tentang penghitungan, pelaporan, dan pembayaran kepada daerah atas penerimaan keuntungan bersih pemegang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Kedua, Ranperda tentang perubahan bentuk hukum PT Perusahaan Penjaminan Kredit Daerah Sulsel menjadi Perusahaan Perseroan Daerah Penjaminan Kredit Daerah Sulsel.

Di tengah pembahasan agenda tersebut, perhatian peserta tertuju pada pesan perpisahan Jufri yang akan segera berakhir masa jabatannya. Mengawali pengabdian sejak tahun 1986, ia telah menapaki karier di pemerintahan selama kurang lebih 40 tahun.

“Jangan pernah hilang, integritas itu hal yang utama. Selama 40 tahun saya menapaki karier di pemerintahan, modal saya cuma satu: integritas,” ucapnya tegas.

Jufri menyadari perjalanan panjang ini membawanya bertemu banyak orang dalam beragam situasi. Ada pertemuan yang berlangsung lama, ada pula yang berakhir seiring pergantian tugas dan jabatan. Namun, yang akan tetap melekat bukanlah kedudukan yang pernah diduduki, melainkan jejak dan kenangan yang ditinggalkan.

“Selalu saya katakan: yang indah itu bukanlah jabatan yang kita tinggalkan, melainkan kenangan yang tetap tinggal,” tuturnya, disambut tepuk tangan peserta rapat.

Menjelang berakhirnya masa tugas, Jufri turut menyampaikan permohonan maaf kepada rekan kerja dan seluruh pihak yang pernah berinteraksi dengannya.

“Jika ada perkataan yang melukai, mohon dimaafkan. Jika ada sikap yang tidak membuat nyaman, mohon diikhlaskan,” ujarnya dengan tulus.

Bagi Jufri, purnabakti hanya mengakhiri sebuah jabatan, bukan ikatan persaudaraan yang telah terjalin selama ini.

“Saya pergi dengan jabatan Sekretaris Daerah Provinsi, tetapi tidak pergi dari persaudaraan yang telah kita bangun bersama,” tegasnya.

Kini, setelah empat dekade mengabdi, Jufri Rahman melangkah ke babak baru kehidupan dengan meninggalkan satu pesan abadi: integritas adalah warisan paling berharga yang dapat dipertahankan setiap orang, jauh setelah namanya tidak lagi menduduki jabatan apa pun.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *