Jakarta – Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung mendampingi Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin bersama jajaran pimpinan DPD RI mengunjungi kediaman Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (5/8), untuk menyerahkan undangan menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI–DPD RI Tahun 2026 yang akan diselenggarakan pada 14 Agustus mendatang.
Bagi Tamsil, penyampaian undangan secara langsung kepada para mantan presiden dan wakil presiden bukan sekadar bagian dari protokol kenegaraan. Langkah tersebut merupakan wujud penghormatan negara kepada para tokoh yang telah mengabdikan pemikiran dan kepemimpinannya bagi Indonesia.
“Bangsa ini akan lebih kuat kalau para pemimpinnya tetap saling terhubung. Jabatan memang ada masanya, tetapi pengalaman dan kebijaksanaan tidak pernah pensiun. Dari para pendahulu itulah kita belajar menghadapi tantangan bangsa hari ini,” ujar Tamsil.
Menurut Senator asal Sulawesi Selatan itu, Sidang Tahunan MPR memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar agenda konstitusional. Menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen bangsa.
“Karena itu, saya melihat Sidang Tahunan MPR juga merupakan momentum membangun solidaritas kepemimpinan bangsa. Ketika para tokoh lintas generasi bisa hadir, duduk bersama, dan mendengar arah perjalanan negara, publik melihat bahwa kepentingan bangsa selalu menjadi titik temu kita,” katanya.
Tamsil menilai kehadiran Jusuf Kalla memiliki arti penting. Pengalaman panjangnya dalam pemerintahan dan kiprahnya dalam berbagai upaya penyelesaian persoalan nasional menjadi bagian dari modal kebangsaan yang patut dihargai.
“Kita tentu berharap semangat seperti ini terus terjaga. Demokrasi bukan hanya tentang pergantian kepemimpinan, tetapi juga tentang bagaimana pengalaman, gagasan, dan kebijaksanaan terus menjadi bekal bagi perjalanan Indonesia ke depan,” tutup Tamsil.
Dalam kesempatan tersebut, Jusuf Kalla menyatakan kesediaannya menghadiri Sidang Tahunan MPR RI. Menurutnya, pidato kenegaraan Presiden merupakan momentum penting untuk mendengarkan visi bangsa dan arah kebijakan pemerintah ke depan.
















