Bulukumba, 23 Mei 2026 – Turut serta dalam upaya mewujudkan tata kelola pesantren yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan, Program Studi Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar (FEB UNM) menggelar pelatihan pengelolaan serta pelaporan keuangan pondok pesantren. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2026.
Mengusung tema “Implementasi Digitalisasi Keuangan Pesantren”, acara berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 15.00 WITA di Gedung Pertemuan Kahayya dan Gedung Pinisi, Kabupaten Bulukumba. Pelatihan ini menyasar para pengurus pesantren, bendahara, staf keuangan, serta seluruh pengelola keuangan pondok pesantren se-Kabupaten Bulukumba.
Sebanyak 24 peserta hadir dengan antusiasme tinggi, mengikuti pemaparan materi hingga sesi tanya jawab.
Kegiatan ini dipimpin oleh tim pengabdian dari dosen dan mahasiswa Prodi S1 Akuntansi, diketuai oleh Samirah Dunakhir, S.E., M.Buss., Ph.D., Ak., CA. Turut serta sebagai anggota tim: Nurafni Oktaviyah, S.E., M.Ak., A.M. Syukur Hidayatullah, S.E., M.Ak., Hamidah Muslimah, S.E., M.Ak., Muh. Qodri Alfairus, S.Stat., M.Aktr., Khairurrijal, dan Fathimah Aulia Hafshah.
Pada sesi pelatihan, peserta dibekali berbagai materi praktis, mulai dari pencatatan keuangan digital, penyusunan laporan berbasis standar akuntansi, hingga pengenalan aplikasi keuangan dan fintech sederhana yang ramah bagi pengelola pesantren. Penggunaan pendekatan yang aplikatif, para bendahara dan staf keuangan tidak hanya belajar mencatat pemasukan dan pengeluaran secara lebih rapi, tetapi juga memahami pentingnya transparansi dalam setiap aliran dana. Langkah ini menjadi fondasi awal bagi pesantren untuk membangun budaya keuangan yang terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus memanfaatkan teknologi demi efisiensi dan akurasi laporan.
Lebih dari sekadar kegiatan pengabdian, program ini merupakan wujud komitmen Prodi S1 Akuntansi FEB UNM dalam mendorong transformasi digital pesantren secara berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan prinsip tata kelola modern dan kemandirian finansial, pelatihan ini diharapkan menjadi titik balik bagi pesantren di Kabupaten Bulukumba, agar tidak hanya unggul dalam pendidikan karakter dan keagamaan, tetapi juga menjadi pelopor tata kelola keuangan yang transparan, profesional, dan siap menyongsong era pesantren digital.
















