Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

LPPM Unhas Dampingi Implementasi Aksi Komunitas di Posyandu ILP Rengganis Kota Balikpapan

×

LPPM Unhas Dampingi Implementasi Aksi Komunitas di Posyandu ILP Rengganis Kota Balikpapan

Sebarkan artikel ini
Screenshot

Balikpapan, 18 Mei 2026. Setelah pelatihan surveilans terpadu digelar di Puskesmas Gunung Bahagia, tim pengabdi LPPM Universitas Hasanuddin kembali hadir di Balikpapan untuk mendampingi langsung implementasi aksi komunitas di lapangan — memastikan ilmu yang diserap dalam pelatihan benar-benar diterapkan bersama masyarakat.

Posyandu Rengganis RT 35 Bina Mitra Sejahtera tampak lebih ramai dari biasanya. Warga berdatangan, kader bersiap di pos masing-masing, dan tim pengabdi Universitas Hasanuddin hadir di antara mereka — bukan sebagai pengamat, melainkan sebagai mitra yang turut bekerja berdampingan.

Example 500x700

Kegiatan ini merupakan kelanjutan langsung dari pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader dan Tenaga Kesehatan dalam Surveilans Terpadu PTM dan Penyakit Menular yang diselenggarakan dua hari sebelumnya di Puskesmas Gunung Bahagia. Jika pelatihan adalah ruang untuk membekali, maka implementasi aksi komunitas adalah ruang untuk membuktikan — bahwa kapasitas yang dibangun tidak berhenti di dalam ruangan, melainkan mengalir keluar ke tengah-tengah masyarakat.

Posyandu Rengganis RT 35 Bina Mitra Sejahtera dipilih bukan tanpa alasan. Posyandu ini merupakan salah satu posyandu yang telah menjalankan skema Integrasi Layanan Primer (ILP) di wilayah kerja Puskesmas Gunung Bahagia, Kota Balikpapan. Dalam skema ILP, posyandu tidak lagi sekadar tempat penimbangan bayi, melainkan menjadi titik temu layanan kesehatan yang lebih komprehensif — mulai dari ibu hamil, balita, remaja, hingga lansia dan penderita penyakit kronis — semuanya dilayani dalam satu siklus kunjungan yang terintegasi.

Kehadiran tim Unhas dalam sesi implementasi ini memberikan ruang bagi kader untuk mempraktikkan secara langsung berbagai keterampilan yang telah mereka pelajari — mulai dari pencatatan data surveilans, penggunaan alat diagnostik sederhana, hingga pendekatan komunikasi yang efektif kepada warga. Tim pengabdi mendampingi setiap tahapan, memberikan umpan balik langsung, dan memastikan setiap prosedur berjalan sesuai dengan standar yang telah diajarkan.

“Aksi komunitas adalah jiwa dari community development. Kami tidak ingin kegiatan ini hanya dikenang sebagai pelatihan semata. Kami ingin kader dan tenaga kesehatan di sini benar-benar merasakan bahwa mereka mampu — dan bahwa masyarakat di sekitar mereka merasakan manfaatnya secara langsung.” Prof. Dr. Ridwan Amiruddin, SKM, M.Kes, M.Sc.PH., Ketua Tim Pelaksana

Antusiasme kader dan warga menjadi salah satu catatan paling berkesan dari kegiatan hari itu. Para kader yang sebelumnya mungkin ragu mengoperasikan alat diagnostik sederhana, kini tampil dengan lebih percaya diri. Interaksi antara kader dan warga pun berlangsung lebih terstruktur — mencerminkan penguatan kapasitas yang mulai terasa nyata.

Implementasi aksi komunitas ini menjadi penanda penting bahwa program pengabdian masyarakat LPPM Universitas Hasanuddin tidak berhenti pada transfer pengetahuan semata. Dengan mendampingi langsung penerapannya di Posyandu ILP Rengganis, tim Unhas menunjukkan komitmen untuk hadir hingga ke tahap yang paling berarti — ketika ilmu bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Puskesmas Gunung Bahagia bersama jajaran kader dan tenaga kesehatannya kini memiliki bekal yang lebih kuat untuk menjalankan surveilans terpadu dan layanan primer yang lebih responsif — sebuah langkah kecil yang diharapkan membawa perubahan yang berkelanjutan bagi kesehatan masyarakat Kota Balikpapan.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *