Makassar – Industri perfilman Indonesia kembali kedatangan karya terbaru dari Sulawesi Selatan. Film horor thriller “Toko Perlengkapan Mayat”, garapan sineas asal Makassar, siap menghantui layar lebar nasional mulai 6 Agustus 2026 dan akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia.
Mengusung tema misteri, horor, dan psikologis, film ini menawarkan cerita yang berbeda dari kebanyakan film bergenre serupa. Berlatar sebuah toko perlengkapan pemakaman, kisahnya mengikuti perjalanan Daeng Sarro, seorang pemilik usaha yang bertekad mempertahankan sekaligus mengembangkan bisnis toko perlengkapan mayatnya
Di tengah persaingan usaha yang semakin sulit, Daeng Sarro memilih jalan pintas dengan menjalankan sebuah ritual mistis yang diyakini mampu mendatangkan keberuntungan dan meningkatkan penjualan. Namun, ritual tersebut menuntut tumbal yang mengerikan berupa potongan tubuh manusia. Sejak saat itu, perjanjian gelap yang dibuatnya berubah menjadi kutukan yang terus menghantui keturunannya dan memicu serangkaian peristiwa mencekam yang sulit dihentikan.
Mengangkat nuansa budaya lokal dengan sentuhan sinematografi yang kelam dan atmosfer penuh ketegangan, Toko Perlengkapan Mayat tidak hanya menyajikan adegan-adegan yang menegangkan, tetapi juga mengangkat pesan moral tentang keserakahan, ambisi, dan konsekuensi dari setiap pilihan yang diambil manusia.
Film ini disutradarai sekaligus ditulis oleh Surya Darmawan, dengan Dwiaffor Eksekutif produser dan Surya Darmawan bertindak sebagai produser. Proses produksi digarap oleh rumah produksi asal Makassar, YC Entertainment bekerja sama dengan Affor Entertainment. Sementara itu, jajaran pemeran diisi oleh Dwiaffor, Ivana Meylanda Saragih, Bambang, dan Armhada Sijaya.
Sutradara Surya Darmawan mengungkapkan bahwa film ini hadir sebagai perpaduan antara cerita yang kuat, unsur budaya lokal, serta kualitas visual yang sinematik.
Kami ingin menghadirkan pengalaman menonton yang bukan hanya menakutkan, tetapi juga meninggalkan pertanyaan dan makna bagi penonton. ‘Toko Perlengkapan Mayat’ diharapkan menjadi salah satu film horor thriller lokal pertama dari Makassar yang mampu bersaing dan mendapat tempat di hati penikmat film Indonesia,” ujar Surya.
Kehadiran film ini juga menjadi langkah penting bagi perkembangan industri perfilman di Makassar. Selain memperkenalkan potensi sineas daerah ke tingkat nasional, Toko Perlengkapan Mayat diharapkan mampu membuka jalan bagi lahirnya lebih banyak karya berkualitas dari Indonesia Timur.
Dengan alur cerita yang dipenuhi teka-teki, konflik psikologis yang kuat, dan nuansa horor yang dibangun secara perlahan, film ini diprediksi akan menjadi salah satu tontonan yang paling dinantikan pada Agustus 2026.
Akankah kutukan yang diwariskan Daeng Sarro dapat diputus? Ataukah dosa masa lalu akan terus menelan korban demi korban?
Jawabannya dapat disaksikan dalam “Toko Perlengkapan Mayat”, yang resmi tayang mulai 6 Agustus 2026 di bioskop seluruh Indonesia. Film ini siap menghadirkan pengalaman menonton yang mencekam sekaligus menjadi pusat baru bagi perfilman Makassar di kancah nasional.
Penulis berita : Irwan husma
















