Makassar, 22 Agustus 2026 — Gala dinner Musyawarah Daerah (Musda) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan di Hotel Four Points Makassar, Sabtu malam, tak sekadar menjadi agenda jamuan bagi peserta. Acara tersebut dikemas sebagai ruang memperkuat kerukunan, persaudaraan, dan silaturahmi antarelemen umat.
Ketua Panitia Musda IX MUI Sulsel, H. Baidillah Sahabuddin,SE.,M.Si mengatakan gala dinner menjadi salah satu momentum kebersamaan setelah seluruh peserta mengikuti rangkaian Musda sejak awal.
Menurut Baidillah, kegiatan tersebut merupakan agenda yang relatif baru dalam pelaksanaan Musda MUI Sulsel. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan ruang interaksi yang lebih cair di antara ulama, tokoh agama, pengurus MUI, dan peserta Musda.
“Kenapa kami melakukan ini? Supaya ada peningkatan kerukunan dan persaudaraan,” kata Baidillah dalam sambutannya.
Ia menegaskan, Musda tidak semestinya hanya dipandang sebagai forum organisasi untuk membahas program kerja maupun kepengurusan. Lebih dari itu, Musda menjadi momentum memperkuat hubungan dan ukhuwah di antara seluruh komponen umat.
“Karena kita hadir, kita bersama-sama mengikuti dari awal sampai pada waktu ini,” ujarnya.
Nuansa gala dinner semakin berbeda dengan hadirnya persembahan karya seni sufi. Menurut Baidillah, seni sufi memiliki akar sejarah yang kuat dari kawasan Timur Tengah dan sarat dengan pesan spiritual.
Kehadiran karya seni tersebut, kata dia, menjadi bagian dari upaya panitia menghadirkan suasana yang lebih reflektif dalam rangkaian Musda IX MUI Sulsel.
Baidillah berharap kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada malam gala dinner. Semangat persaudaraan diharapkan terus menjadi bagian penting dalam perjalanan MUI Sulsel ke depan.
“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan malam ini semakin memperkuat persaudaraan dan silaturahmi di antara kita,” tuturnya.
Irfan Suba Raya
















