MAKASSAR, SULAWESI SELATAN – Aktivis perempuan Sulawesi Selatan, Andi Sri Wulandani, menyatakan dukungannya terhadap posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang tetap berada di bawah kendali langsung Presiden. Menurutnya, posisi tersebut bukan hanya hasil perjuangan panjang rakyat Indonesia, tetapi juga menjadi wujud nyata dari cita-cita Reformasi tahun 1998.
“Polri adalah institusi strategis dan vital sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban dalam negeri. Dengan konsep kerja PRESISI, Polri dituntut bergerak cepat, profesional, dan responsif,” ungkap Andi Sri Wulandani dalam keterangannya.
Dia menegaskan bahwa Polri harus tetap berada di bawah Presiden secara langsung, tanpa melalui kementerian atau menteri khusus sebagai perantara. Menurutnya, struktur ini akan membuat institusi kepolisian semakin kuat.
“Justru Polri akan semakin kuat jika seluruh kinerjanya dipertanggungjawabkan langsung kepada Presiden, bukan tersandera kepentingan birokrasi yang panjang,” tambahnya.
Dukungan ini menjadi bagian dari serangkaian suara dari berbagai elemen masyarakat di Indonesia yang menyampaikan pandangan terkait posisi Polri, dengan alasan menjaga profesionalisme, netralitas, dan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
















