JAKARTA – Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (UNHAS) rencananya akan dilaksanakan di Jakarta pada hari Rabu, 14 Januari mendatang. Keputusan penentuan lokasi di Ibu Kota dan waktu ini ditegaskan sebagai langkah yang strategis, terencana, dan sepenuhnya berada dalam koridor tata kelola Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).
Rektor UNHAS saat ini, Prof. Jamaluddin Jompa (Prof. JJ), menyampaikan bahwa pemilihan lokasi di Jakarta bukan keputusan yang diambil secara sembarangan, melainkan bagian dari ikhtiar institusional untuk memperkuat posisi UNHAS sebagai salah satu perguruan tinggi unggulan di Indonesia secara skala nasional.
“Penyelenggaraan Pilrek UNHAS di Jakarta sekaligus menjadi momentum promosi Kampus UNHAS Jakarta yang kini tengah dipersiapkan sebagai salah satu simpul penting pengembangan universitas,” ujar Prof. JJ dalam siaran persnya, Selasa (8/1/2026).
Menurutnya, kampus baru yang berada di Jakarta telah siap dengan beberapa program studi pascasarjana, baik pada jenjang Strata 2 (S2) maupun Strata 3 (S3). “Ini kesempatan memperkenalkan kepada publik bahwa UNHAS hadir dan bertumbuh di Ibu Kota Negara. Melalui Kampus UNHAS Jakarta, kami berkomitmen untuk memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas dan menjembatani kerja sama dengan berbagai institusi nasional dan internasional,” jelasnya.
Alasan kedua yang menjadi pertimbangan adalah efektivitas koordinasi kelembagaan. Acara pemilihan rektor tersebut rencananya akan dihadiri oleh dua menteri penting, yaitu Menteri Pertanian yang juga menjabat sebagai anggota Majelis Wali Amanat (MWA) UNHAS secara ex-officio, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Dengan lokasi di Jakarta, koordinasi dan mobilisasi menjadi jauh lebih mudah, tanpa mengurangi substansi dan martabat proses pemilihan itu sendiri. Kedatangan kedua menteri ini menjadi bentuk dukungan yang sangat berarti bagi perkembangan UNHAS,” ucap Prof. JJ.
Selain unsur pemerintah, lokasi Jakarta juga dianggap memberikan ruang yang lebih kondusif bagi kehadiran penuh seluruh anggota MWA, khususnya dari unsur masyarakat. Beberapa nama terkemuka seperti Tony Wenas, Arsjad Rasjid, dan Prof. Sangkot Marzuki diharapkan dapat menghadiri proses pemilihan secara langsung.
“Kehadiran seluruh unsur MWA adalah jaminan moral dan institusional bahwa proses ini berlangsung dengan baik, demokratis, objektif, dan akuntabel. Semua pihak akan bersama-sama memastikan bahwa calon rektor yang terpilih memiliki kapasitas untuk membawa UNHAS lebih maju,” tambahnya.
Prof. JJ juga menegaskan bahwa penentuan waktu dan tempat pelaksanaan Pilrek telah melalui proses konsultasi resmi dengan berbagai pihak terkait dan telah memperoleh persetujuan resmi dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dengan demikian, keputusan tersebut tidak hanya sah secara administratif, tetapi juga sejalan dengan kerangka regulasi dan praktik tata kelola PTN-BH yang berlaku.
Dalam kesempatan yang sama, ia mengajak seluruh sivitas akademika UNHAS, alumni, serta masyarakat luas untuk memandang proses pemilihan rektor ini secara proporsional dan dewasa. “Perbedaan pandangan adalah hal wajar dalam dinamika kampus yang besar seperti UNHAS. Namun, semangat kolektif untuk menjaga marwah akademik dan keberlanjutan institusi harus selalu menjadi prioritas utama,” Tutupnya
















