Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Poltekkes Kemenkes Makassar Gelar Edukasi SADARI untuk Pencegahan Dini Kanker Payudara

97
×

Poltekkes Kemenkes Makassar Gelar Edukasi SADARI untuk Pencegahan Dini Kanker Payudara

Sebarkan artikel ini
Screenshot

Makassar, – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan deteksi dini kanker payudara, Poltekkes Kemenkes Makassar melalui Jurusan Keperawatan menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi SADARI (Periksa Payudara Sendiri) bagi wanita usia subur (WUS) di wilayah kerja Puskesmas Mangasa, Kota Makassar. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 14 Agustus 2025, sebagai bagian dari komitmen institusi untuk berkontribusi dalam peningkatan kesehatan masyarakat.

Kanker payudara masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan di Indonesia. Data dari Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) tahun 2020 menunjukkan lebih dari 65 ribu kasus baru setiap tahunnya. Tingginya angka ini sebagian besar disebabkan oleh rendahnya kesadaran deteksi dini, yang menyebabkan banyak kasus baru terdeteksi pada stadium lanjut.

Example 500x700

Kegiatan bertajuk “Health Education SADARI untuk Pencegahan Dini Kanker Payudara pada Wanita Usia Subur” ini melibatkan 20 peserta yang berasal dari berbagai posyandu di sekitar wilayah kerja Puskesmas Mangasa. Acara dimulai dengan proses registrasi dan dilanjutkan dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal peserta mengenai kanker payudara dan metode SADARI.

Tim pengabdi dari Poltekkes Kemenkes Makassar memberikan materi edukasi melalui berbagai metode, termasuk pemaparan materi, pemutaran video, dan sesi tanya jawab interaktif. Peserta juga diberikan kesempatan untuk berlatih teknik SADARI yang benar dengan bimbingan langsung dari tim pengabdi.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen dari Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar, yang terdiri dari:

• Naharia Laubo, S.Kep., Ns., M.Kes

• Kurnia Rahma Syarif, S.Kep., Ns., M.Kep.

• Dr. Suhartatik, S.Kep., Ns., M.Kep.

Ketua Tim Pengabdi, Naharia Laubo menyampaikan, “Banyak perempuan yang belum menyadari pentingnya melakukan pemeriksaan payudara sendiri secara rutin. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran dan memberikan keterampilan yang diperlukan agar mereka dapat melakukan SADARI secara mandiri.”

Evaluasi dari kegiatan ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sebelum mengikuti edukasi, sekitar 90% peserta berada dalam kategori pengetahuan kurang mengenai SADARI. Namun, setelah mengikuti kegiatan, 95% peserta mampu menjawab pertanyaan post-test dengan baik dan memahami langkah-langkah SADARI secara mandiri.

Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan aktif berdiskusi selama sesi edukasi. Pihak Puskesmas Mangasa juga memberikan apresiasi atas inisiatif ini dan berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. “Kami sangat mendukung kegiatan ini dan berharap praktik SADARI dapat menjadi kebiasaan bulanan bagi setiap wanita usia subur. Kami juga berharap kader posyandu dapat berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat di lingkungan sekitar,” ujar salah satu tenaga kesehatan dari Puskesmas Mangasa.

Selain memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, kegiatan ini juga menghasilkan media edukasi berupa video SADARI yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh Puskesmas Mangasa. Tim pengabdi juga sedang mengupayakan perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk media edukasi tersebut.

Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini, Poltekkes Kemenkes Makassar menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan dini kanker payudara. Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka kejadian kanker payudara dan meningkatkan kualitas hidup perempuan di Indonesia.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *