Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Berita

Rektor UMI Buka Pelatihan Imam Rawatib, Perkuat Dharma Keempat Catur Dharma dan Budaya Kampus Islami

×

Rektor UMI Buka Pelatihan Imam Rawatib, Perkuat Dharma Keempat Catur Dharma dan Budaya Kampus Islami

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR — Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., membuka kegiatan Pelatihan Imam Rawatib dalam Lingkup UMI yang diwakili Wakil Rektor IV UMI, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad, M.A., Senin (26/10/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A., Kantor UPT Pengembangan Karakter dan Dakwah (PKD) UMI, Kampus II.

Kegiatan ini dihadiri Kepala UPT PKD UMI, Dr. H. Andi Darmawangsa, M.A., Ketua Panitia Dr. H. Abdul Qahar, Lc., M.A., para kepala bidang (kabid) dalam lingkup UPT PKD UMI, serta 31 peserta pelatihan.

Example 500x700

Pembukaan pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen UMI untuk meningkatkan kualitas imam rawatib sekaligus memperkuat pembinaan karakter Islami di lingkungan kampus.

Dalam sambutan Rektor UMI yang dibacakannya, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad menegaskan bahwa UMI bukan sekadar institusi pendidikan tinggi yang mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk manusia beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi umat, bangsa, serta kemanusiaan.

Menurutnya, tanggung jawab tersebut harus diwujudkan melalui penguatan Catur Dharma UMI, khususnya Dharma Keempat, yaitu Komitmen Keumian dan Pendidikan Karakter.

“Pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui ceramah atau mata kuliah. Pendidikan karakter harus menjadi budaya yang hidup dalam keseharian kampus melalui keteladanan, pembiasaan, dan lingkungan yang mendukung tumbuhnya nilai-nilai Islami,” demikian pesan Rektor UMI dalam sambutannya.

Imam Rawatib sebagai Teladan dan Pendidik Karakter

Lebih lanjut, Rektor UMI menekankan bahwa imam rawatib memiliki posisi strategis dalam membangun budaya Islami di lingkungan universitas. Imam tidak hanya bertugas memimpin salat lima waktu, tetapi juga menjadi figur teladan dalam kedisiplinan spiritual, penguatan ukhuwah Islamiyah, dan pembinaan akhlak jamaah.

Melalui salat berjamaah, sivitas akademika belajar tentang disiplin dan ketaatan. Melalui saf yang lurus, jamaah belajar mengenai keteraturan dan persaudaraan. Sementara itu, kepemimpinan imam mengajarkan tanggung jawab, keteladanan, dan amanah.

Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti di dalam masjid, tetapi juga tercermin dalam kehidupan kampus, seperti kejujuran dalam bekerja, kedisiplinan menjalankan tugas, kesantunan berkomunikasi, serta tanggung jawab dalam melaksanakan amanah.

Rektor juga mengingatkan bahwa imam rawatib yang berkualitas bukan hanya imam yang memiliki bacaan Al-Qur’an yang baik, melainkan juga pribadi yang memiliki akhlak mulia dan mampu menjadi teladan bagi jamaah.

Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalitas Imam

Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi peserta dalam beberapa aspek penting, meliputi kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid dan makharijul huruf, pemahaman fikih salat, keterampilan memimpin salat berjamaah, serta penguatan akhlak dan keteladanan.

Selain kompetensi teknis, para imam juga diharapkan memiliki komitmen terhadap pembinaan karakter dan nilai-nilai ke-UMI-an, sehingga masjid dapat berfungsi optimal sebagai pusat pembinaan iman, akhlak, ukhuwah, dan dakwah Qur’ani.

Rektor UMI berharap UPT PKD bersama para pimpinan dan pengelola masjid dapat menindaklanjuti pelatihan melalui pembinaan berkala, pendampingan, dan evaluasi yang terarah. Dengan demikian, pelatihan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan peningkatan kualitas pelayanan ibadah yang berkelanjutan.

Wujudkan UMI sebagai Menara Ilmu dan Iman

Dalam sambutannya, Rektor UMI juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk mengambil bagian dalam membangun ekosistem kampus Islami. Tanggung jawab tersebut tidak hanya berada pada pengelola masjid atau UPT PKD, tetapi juga menjadi tanggung jawab pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Pembangunan kampus Islami, menurutnya, harus diwujudkan melalui keselarasan antara nilai yang diajarkan dan perilaku yang ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai kita berbicara tentang akhlak, tetapi perilaku kita tidak mencerminkannya. Pendidikan karakter yang paling efektif bukan hanya melalui apa yang kita ucapkan, tetapi melalui apa yang kita contohkan,” demikian pesan Rektor UMI.

Ia berharap masjid-masjid di lingkungan UMI semakin makmur dan menjadi tempat yang menenangkan hati, memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan tanggung jawab.

Upaya tersebut sekaligus menjadi implementasi nilai luhur UMI, “Ilmu Amaliah, Amal Ilmiah, Akhlaqul Karimah,” dalam mewujudkan UMI sebagai menara ilmu dan iman serta pusat dakwah dan peradaban.

Mengakhiri sambutannya, Rektor UMI berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an, memperdalam pemahaman fikih, serta memperkuat kemampuan dan tanggung jawab sebagai imam rawatib.

Melalui kegiatan ini, UMI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan imam yang kompeten, berintegritas, dan istiqamah, sekaligus memperkuat implementasi Catur Dharma UMI, khususnya Dharma Keempat: Komitmen Keumian dan Pendidikan Karakter.

Pelatihan ini diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun masjid yang makmur, imam yang berkualitas, jamaah yang disiplin, serta sivitas akademika yang berkarakter Islami.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *