Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
Opini

Petisi Hari Santri Nasional 2026 Serukan Penguatan Ukhuwah dan Hubungan Kemanusiaan

×

Petisi Hari Santri Nasional 2026 Serukan Penguatan Ukhuwah dan Hubungan Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini

Oleh.Dr.H.Husen Sarujin, SH, M.Si, MH,(Penggagas Petisi Hari Santri Nasional 2026)

MAKASSAR — Peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang jatuh pada 22 Oktober menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan membangun hubungan antarmanusia yang adil, damai, serta bermartabat.

Example 500x700

Melalui petisi moral bertema “Memperkuat Ukhuwah, Menjaga Kerukunan, dan Membangun Hubungan Kemanusiaan yang Adil, Damai, dan Bermartabat”, masyarakat diajak menjadikan nilai-nilai agama, Pancasila, dan kemanusiaan sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Petisi tersebut mengajak santri, ulama, tokoh agama, pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen bangsa untuk memperkuat hubungan sosial berdasarkan kasih sayang, kejujuran, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama.

Dalam petisi itu ditegaskan bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan. Karena itu, perbedaan suku, agama, ras, golongan, dan status sosial tidak boleh menjadi alasan untuk membangun permusuhan maupun melakukan diskriminasi.

Sebaliknya, perbedaan harus menjadi kesempatan untuk saling mengenal, menghormati, dan memperkuat persaudaraan.

Petisi tersebut juga mendorong masyarakat mengutamakan musyawarah dan perdamaian dalam menyelesaikan persoalan. Selain itu, masyarakat diajak menolak kebencian, fitnah, kekerasan, serta berbagai tindakan yang merendahkan martabat manusia.

Perhatian terhadap kelompok rentan turut menjadi salah satu poin penting dalam petisi tersebut. Anak yatim, anak terlantar, anak panti asuhan, kaum dhuafa, dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan dinilai perlu mendapatkan perhatian nyata, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan kehidupan yang layak.

Dalam konteks kehidupan beragama, petisi itu mengingatkan pentingnya mengamalkan ajaran agama melalui tindakan sosial yang konkret. Keimanan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga melalui kejujuran, tanggung jawab, kepedulian, penghormatan terhadap hak orang lain, dan upaya menegakkan keadilan.

Petisi tersebut juga mendorong terbangunnya hubungan yang harmonis antara masyarakat dan pemerintah melalui kerja sama yang terbuka, jujur, dan bertanggung jawab demi kesejahteraan rakyat.

Dalam ajaran Islam, hubungan manusia dengan Allah SWT dikenal sebagai hablum minallah, sedangkan hubungan manusia dengan sesama manusia disebut hablum minannas. Kedua prinsip tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara ibadah, akhlak, dan tanggung jawab sosial.

Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, para santri diharapkan dapat menjadi pelopor perdamaian, teladan akhlak, serta penggerak kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Petisi ini berlandaskan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, ajaran agama, serta penghormatan terhadap hak dan martabat setiap manusia.

Pesan utama yang diusung dalam petisi tersebut adalah pentingnya menjadikan kebaikan sebagai tindakan nyata, bukan sekadar ucapan.

“Santri Berakhlak, Bangsa Bermartabat. Santri Peduli, Sesama Dihormati. Bersatu dalam Kemanusiaan, Berbakti untuk Indonesia.”

Naskah petisi mencantumkan Dr. H. Husen Sarujin, SH, M.Si, MH, sebagai penggagas Petisi Hari Santri Nasional 2026.(Irfan)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *