MAKASSAR — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, segera mengakhiri masa jabatannya setelah hampir empat dekade mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Pamong senior ini memasuki masa purnabakti setelah memulai pengabdiannya sejak tahun 1986.
Momen perpisahan berlangsung penuh haru dalam Rapat Paripurna DPRD Sulsel yang digelar di kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar, Senin (28/9/2026). Di hadapan 85 anggota DPRD Sulsel, Jufri Rahman berpamitan secara resmi.
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Rahman Pina, mengaku tak mampu menyembunyikan kesedihannya. Ia menilai Jufri Rahman bukan sekadar mitra kerja, melainkan sosok guru dan sahabat yang telah dikenal belasan tahun — bahkan sejak sekitar 30 tahun silam, ketika Rahman Pina masih mahasiswa dan Jufri menjabat sebagai ajudan Gubernur Palaguna.
“Pak Jufri bukan baru kita kenal satu atau dua tahun, melainkan sudah belasan tahun. Tahun ini beliau memasuki masa purnabakti. Saya kenal beliau sekitar 30 tahun lalu ketika saya masih mahasiswa dan beliau ajudan Gubernur Palaguna, dan tidak ada yang berubah dari beliau,” ujar Rahman Pina.
Sekretaris DPD I Partai Golkar Sulsel itu menambahkan, hubungan kerja antara Pemprov dan DPRD selama ini terjalin erat layaknya persahabatan, di mana Jufri Rahman menjadi mitra diskusi yang terbuka, baik dalam agenda resmi maupun di luar urusan kedinasan.
“Kita sedih karena Pak Jufri adalah teman diskusi, teman berbagi pandangan selama ini. Hubungan antara Pemprov dan DPRD sudah seperti sahabat, dan semua rekan mengakui hal itu,” katanya.
Rahman Pina menilai Jufri Rahman sebagai salah satu pamong terbaik yang dimiliki Sulawesi Selatan, berkat pengalaman dan kedewasaannya dalam mengelola birokrasi.
“Ilmu dan pengalamannya sangat matang. Beliau merupakan pamong terbaik yang pernah ada di Sulsel, sangat berpengalaman,” tuturnya.
Ia pun menyampaikan ucapan selamat memasuki masa purnabakti, berharap silaturahmi dan pertukaran gagasan tetap terjaga.
“Selamat purnabakti untuk Bapak Jufri Rahman. Semoga kita masih bisa berdiskusi dan berbagi pengalaman di waktu yang lain,” pungkas Rahman Pina.
















